250.000 Ton Gula Industri Diolah Jadi Gula Konsumsi

Budi Wiryawan | Kamis, 26/03/2020 03:03 WIB


Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan pasokan gula dalam negeri. Ilustrasi gula pasir

Jakarta, Katakini.com - Guna memenuhi pasokan gula pasir bagi masyarakat, Kementerian Perdagangan mengolah 250.000 ton gula rafinasi menjadi gula konsumsi.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengatakan, tindakan ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan pasokan gula dalam negeri. Selain itu juga untuk menstabilisasi harga gula pasir.

"Telah diambil keputusan di rakortas yang dipimpin Menko Perekonomian untuk mengubah gula rafinasi yang selama ini peruntukannya industri makanan minuman, sebanyak 250 ribu ton untuk diolah menjadi gula kristal putih," kata Suhanto melalui konferensi video di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Suhanto menjelaskan bahwa 250.000 ton gula rafinasi tersebut saat ini berada di pabrik-pabrik industri gula di Indonesia. Artinya, tidak memerlukan waktu lagi untuk memasukkan barang tersebut ke dalam negeri, atau tidak diperlukan impor.

Baca juga :
Menag Dampingi Presiden Jerman Telusuri Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Proses pengolahan menjadi gula konsumsi ini hanya diperlukan waktu 3-7 hari, sehingga diharapkan stok gula secara nasional dapat tercukupi sampai akhir bulan.

Baca juga :
BPIP Usul Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk Tahun 2027

Baca juga :
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gula Pasir Rafinasi