102 Perguruan Tinggi Jadi Pilot Project Kampus Merdeka untuk Desa

Syafira | Jum'at, 31/01/2020 16:01 WIB


Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi bersama Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides), Kadarsah Suryadi


Jakarta, Katakini.com  - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, 103 perguruan tinggi yang tergabung dalam Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) akan menjadi pilot project gagasan Kampus Merdeka untuk Desa.

Anwar berharap, keberhasilan pilot project ini nantinya, dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lainnya.

"Kita fokus pada peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) perdesaan. Kita dukung  peningkatan kegiatan ekonomi yang dikenal dengan transformasi perdesaan," ujar Anwar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (31/01/2020)

Ketua Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides), Kadarsah Suryadi mengatakan, pendampingan terhadap desa seharusnya selaras dengan kebutuhan internasional agar mampu memenuhi kebutuhan ekspor. Menurutd dia, upaya tersebut harus melibatkan lintas sektor termasuk swasta.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

"Pendampingan desa berbasis kebutuhan internasional harus dilakukan bersama-sama," ujar Kadarsah dalam diskusi panel Kampus Merdeka untuk Desa di Hotel Bidakara.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Kadarsah mengatakan, peran program Kampus Merdeka untuk Desa dalam hal ini adalah untuk memetakan dan menyelesaikan permasalahan mendasar di desa. Dalam program ini, perguruan tinggi akan melibatkan mahasiswa untuk beraktifitas di desa.

Menurut Kadarsah, telah banyak perguruan tinggi yang menerapkan konsep Kampus Merdeka untuk Desa.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Program ini sendiri merupakan kerja sama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Mahasiswa yang turun ke desa ada yang langsung bisa menyelesaikan (masalah) karena mereka punya kemampuan, tentu dengan bimbingan para dosen. Dan kedua, ada yang tidak bisa menyelesaikan masalah, tapi bisa memetakan masalah. Dan nanti akan ada orang ketiga yang akan menyelesaikan masalah itu," ujar Kadarsah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kampus Merdeka Kemendes PDTT Pendampingan Desa