Ribuan Burung Mati Keracunan di Cagar Alam Iran

Rizki Ramadhani | Rabu, 29/01/2020 09:22 WIB


Sebanyak 6.000 burung yang mati selama beberapa pekan terakhir di Miankaleh, semenanjung di pantai Laut Kaspia, karena keracunan makanan. Burung mati karena keracunan (Foto: Mostafa Shanechi/Isna)

Teheran, Katakini.com - Pemerintah Iran mengumumkan bahwa ribuan burung yang bermigrasi mati di cagar alam di utara negara itu karena botulisme (keracunan).

Organisasi Veteriner Iran (IVO) mengatakan bahwa sekitar 6.000 burung yang mati selama beberapa pekan terakhir di Miankaleh, semenanjung di pantai Laut Kaspia, karena keracunan makanan.

"Berdasarkan analisis temuan epidemiologi dan hasil laboratorium yang diperoleh dari studi lapangan, penyebab kematian yang terjadi adalah botulisme," kata pejabat senior IVO, Ali Asghar Makanali.

Makanali mengatakan para pejabat setempat di provinsi Mazandaran, tempat Miankaleh berada, sudah melakukan studi ekstensif di lokasi kematian untuk menemukan penyebab sebenarnya.

Baca juga :
6 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin C yang Jarang Disadari

Ia mengatakan IVO dan Organisasi Perlindungan Lingkungan Iran sudah mulai menerapkan serangkaian tindakan sanitasi untuk menahan laju kematian di antara burung-burung dan membantu menghentikan fenomena tersebut.

Baca juga :
Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

Sebelumnya, komisi khusus yang menyelidiki kasus tersebut menimbulkan kecurigaan tentang kejadian botulisme burung di Minakaleh, mengatakan penyebarannya disebabkan burung-burung yang mengonsumsi belatung yang terinfeksi dan juga kenaikan suhu air di wilayah tersebut.

Sekitar 250.000 pelikan dan flamingo menghabiskan bulan-bulan musim dingin di lahan basah Miankaleh, sebuah situs dengan ekosistem berbeda yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai cagar biosfer.

Baca juga :
DPR Minta Kemenhut Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten

Pengamat burung dan aktivis lingkungan mengakhawatikan tingkat kematian abnormal di antara burung-burung yang bermigrasi di semenanjung tersebut.

Pihak berwenang percaya 2.000 bangkai lagi dapat ditemukan dalam beberapa hari ke depan di Miankaleh, di mana langkah-langkah pembatasan telah dilakukan untuk mencegah risiko lebih lanjut dari kematian massal terhadap kesehatan manusia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Cagar Alam Iran Burung Keracunan Ali Asghar Makanali