Korban Virus Korona Meningkat, China Larang Perdagangan Hewan Liar

| Senin, 27/01/2020 09:56 WIB


Penyakit virus diyakini telah muncul dari hewan liar di pasar di pusat kota Wuhan China Polisi memuat gerobak dengan barang-barang yang disita dari toko yang diduga menjual satwa liar yang diperdagangkan di kota Anji di Provinsi Zhejiang, Cina timur.

Jakarta, Katakini.com - China melarang perdagangan satwa liar secara nasional mulai hari Minggu karena korban virus korona kian meningkat.

Dilansir Nypost, tidak ada satwa liar dapat diangkut atau dijual di pasar mana pun dan daring hingga situasi epidemi terangkat secara nasional untuk mencegah penyebaran virus korona.

Hal itu disampaikan oleh pengawas pasar negara itu, kementerian pertanian, dan biro kehutanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.

Penyakit virus diyakini telah muncul dari hewan liar di pasar di pusat kota Wuhan China dan mulai menyebar ke sejumlah negara di dunia.

Baca juga :
BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah Cerah Berawan Hari Ini

"Siapa pun yang melanggar larangan baru akan dikirim ke layanan keamanan, dan properti mereka akan ditutup dan disegel," kata para pejabat.

Baca juga :
Inggris Izinkan AS Pakai Pangkalan Udara, Iran Tuntut Tanggung Jawab

Larangan itu datang ketika jumlah korban tewas akibat virus naik menjadi 56 orang dengan 1.975 kasus di daerah itu.

 

Baca juga :
Strategi Membangun Hubungan Baik Imam dan Pengurus Masjid
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hewan Liar Virus Korona Pemerintah China