Ledek Israel, Iran: AS Tidak Butuh Mata-mata

| Sabtu, 14/09/2019 15:28 WIB


Donald Trump mengatakan, sulit dipercaya bahwa Israel telah menempatkan alat-alat itu. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif

Teheran - Di tengah laporan Israel memata-matai Gedung Putih, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengejek hubungan persahabatan Washington dengan Tel Aviv. Ia mengatakan, AS tidak membutuhkan musuh mata-mata di sekutunya.

"#B_Team Menyerang lagi," kata Zarif lewat kicauan sarkastik pada Jumat, merujuk pada istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kelompok penghasut perang internasional, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam kicauan itu, Zarif mengunggah potongan berita yang dirilis Politico "@realDonaldTrump: Dengan BFF di #B_Team - yang mengosongkan kas AS dan menyandera kebijakan luar negeri AS - MATA-MATA MENGENAI PRESIDEN AS, Amerika tidak butuh musuh. "

Zarif menyinggung Perdana Menteri Israel setelah Politico, dalam laporannya Kamis (12/9), pemerintah AS menyimpulkan dalam dua tahun terakhir, Israel kemungkinan besar berada di balik alat pengintai yang ditemukan di dekat Gedung Putih dan lokasi sensitif lainnya di sekitar Washington.

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

Menyusul laporan itu, Trump, yang menyebut dirinya presiden paling pro-Israel dalam sejarah AS, mengatakan kepada wartawan, sulit dipercaya bahwa Israel telah menempatkan alat-alat itu.

Baca juga :
Mendes Yandri Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke-68 Lombok Barat

"Saya tidak berpikir Israel memata-matai kita. Hubungan saya dengan Israel sangat bagus ... Apa pun mungkin, tetapi saya tidak percaya," katanya.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Serikat Mohammad Javad Zarif Iran