Mayoritas Muslim di Kasmir Dibayangi Genosida, Pakistan Lapor ke PBB

Ananda Nurrahman | Rabu, 11/09/2019 07:11 WIB


Warga Kashmir menghadapi ancaman besar terhadap kehidupan mereka oleh pasukan India yang beroperasi di wilayah tersebut. Pembunuhan tentara India di Kashmir memicu ketegangan antara India dan Pakistan (Foto; Younis Khaliq / Reuters)

Islamabad - Pakistan menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan penyelidikan situasi di Kashmir yang dikelola India. Negara bersenjata nuklir itu mengklaim, "genosida" membayangi wilayah mayoritas Muslim.

Berbicara kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa pada Selasa (10/9), Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mehmood Qureshi, mengatakan, warga Kashmir menghadapi ancaman besar terhadap kehidupan mereka oleh pasukan India yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Warga dari Jammu dan Kashmir yang diduduki India terlihat yang terburuk. Aku ngeri menyebut kata genosida di sini, tapi aku harus katakan," ujar Qureshi  

Ia mengatakan ancaman itu berasal dari "rezim pembunuh, misoginis, dan xenofobia."

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

"Kota-kota yang menyedihkan, trauma, gunung, dataran, dan lembah-lembah Jammu dan Kashmir yang diduduki India bergema hari ini dengan pengingat suram dari Rwanda, Srebrenica, Rohingya, dan pogrom dari Gujarat," tambahnya.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Pada 5 Agustus, India mencabut status semi-otonomi Kashmir dan  mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut untuk menghalangi potensi protes, memberlakukan pembatasan besar-besaran, dan memotong semua layanan telepon dan internet.

Langkah kontroversial itu membuat amarah Pakistan (yang menguasai bagian lain Kashmir) dan penduduk setempat menyulut.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Di tempat lain dalam sambutannya, Qureshi mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dan Dewan Keamanan untuk membantu meredakan ketegangan di seluruh kawasan.

"Hari ini, delapan juta orang berada di penjara, dirampas dari setiap kebebasan politik dan sipil. Dunia tidak bisa tinggal diam dan dunia tidak boleh diam. Dan jika mereka melakukannya, mereka akan menjadi bagian dari kelalaian kriminal ini," katanya.

Juga pada Senin (9/9), Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet mengatakan, "Saya sangat prihatin dengan dampak dari tindakan baru-baru ini pemerintah India terhadap hak asasi manusia Kashmir."

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Antonio Guterres Shah Mehmood Qureshi Ancaman Genosida