Azerbaijan Batalkan Kontrak Pembelian Boeing 737 MAX Senilai Rp14,2 Triliun

| Selasa, 04/06/2019 06:49 WIB


AZAL menolak untuk membeli 10 pesawat dari Boeing karena alasan keamanan. Pesawat Air China Boeing 737 MAX 8 dan pesawat China Southern Airlines Boeing 787 (atas) di Bandara Ibukota Beijing di Beijing, China. (Foto: AFP)

Baku, Etoday.com - Maskapai penerbangan Azerbaijan (AZAL) membatalkan kontrak pembelian Boeing MAX sebanyak 10 unit dengan nilai USD1 miliar atau Rp14,2 triliun.

Hal itu disampaikan seorang juru bicara Perusahaan, Pasha Kesaminsy Senin (3/6) menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat 737 MAX di Ethiopia dan Indonesia.

"AZAL menolak untuk membeli 10 pesawat dari Boeing karena alasan keamanan," kata Kesaminsy kepada Reuters, Senin (3/6).

Pesawat Boeing 737 MAX, merupakan pesawat yang paling banyak diminati, namun harus beristirahat menyusul kecelakaan pada 10 Maret 2019.

Baca juga :
Dukung Natal dan Tahun Baru, InJourney Airports Turunkan Tarif Jasa Bandara 50%

Insiden ini menewaskan 157 orang, lima bulan setelah Lion Air jatuh dengan model yang sama tergelincir di Indonesia yang menewaskan 189 di dalamnya.

Baca juga :
Kisah Sarah Istri Ibrahim Penantian Panjang Berbuah Karunia Indah

Sejak dua insiden mengerikan itu, banyak negara melarang Boeing 737 Max lepas landas atau mendarat di bandara lokal.

Baca juga :
Kasus Korupsi Jalan Sumut, KPK Panggil Kastker BBPJN Sumut
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Azerbaijan Boeing 737 MAX Lion Air