Sosok di Balik Pelopor Peringatan Massal Maulid Nabi

M.Habib Saifullah | Selasa, 25/08/2026 06:05 WIB


Kebiasaan masyarakat Arab dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak tahun kedua Hijriah. Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW. (FOTO: FREEPIK)

JAKARTA - Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi selalu menjadi momen yang dinanti oleh umat Muslim di berbagai penjuru dunia, khususnya di Indonesia.

Setiap daerah mengekspresikan rasa syukur dan gembira mereka melalui beragam tradisi keagamaan yang sarat akan nilai budaya.

Namun, pernahkah kita bertanya-tanya, sejak kapan tradisi penghormatan terhadap hari lahir Rasulullah ini pertama kali digulirkan?

Mengutip NU Online, kebiasaan masyarakat Arab dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak tahun kedua Hijriah.

Baca juga :
Momen Maulid Nabi, Ini 6 Gaya Hidup Sehat Ala Rasulullah

Catatan sejarah ini merujuk pada penjelasan Ahmad Sauri dalam buku Sejarah Maulid Nabi (2015), yang bersumber dari tulisan Nuruddin Ali dalam kitabnya, Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa.

Baca juga :
20 Ucapan Maulid Nabi 1448 Hijriah, Cocok untuk Postingan Medsos

Meskipun kebiasaan tersebut sudah ada sejak abad-abad awal Islam, gerakan perayaan secara massal tidak lepas dari peran seorang perempuan bernama Khaizuran (170 H/786 M). Ia adalah ibu dari Musa al-Hadi dan al-Rasyid.Islam

Sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah—yaitu masa suaminya, Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas, serta kedua putranya—Khaizuran memanfaatkan pengaruhnya untuk menggerakkan masyarakat Muslim di Arab.

Baca juga :
Badai Petir Landa Prancis, 7.500 Rumah Tanpa Listrik

Ia menaruh perhatian yang sangat besar terhadap situs-situs sejarah peninggalan Nabi Muhammad SAW serta memprakarsai penghormatan terhadap hari kelahiran beliau.

Khaizuran datang langsung ke Madinah dan memerintahkan penduduk setempat untuk mengadakan perayaan kelahiran Nabi di Masjid Nabawi.

Dari Madinah, ia melanjutkan perjalanannya ke Makkah dan memberikan perintah serupa kepada penduduk Makkah agar menyelenggarakan peringatan Maulid di rumah mereka masing-masing.

Langkah ini dilakukan Khaizuran agar keteladanan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad SAW bisa terus hidup dan menginspirasi umat Islam.

Nabi Muhammad SAW sendiri diyakini lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (570 Masehi). Meski demikian, terdapat beberapa perbedaan pendapat di kalangan sejarawan.

Dalam buku Sejarah Hidup Muhammad (2006) karya Muhammad Husain Haekal, beberapa pendapat menyebutkan bahwa Rasulullah lahir lima belas tahun sebelum peristiwa gajah, sementara pendapat lain menaksir waktu kelahiran berkisar beberapa hari, bulan, hingga puluhan tahun setelah Tahun Gajah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Maulid Nabi Sejarah Islam Sejarah Maulid Nabi