Mengapa Hari Nyamuk Sedunia Diperingati Setiap 20 Agustus?

Vaza Diva | Kamis, 20/08/2026 16:05 WIB


Hari Nyamuk Sedunia diperingati setiap 20 Agustus, ini sejarah, tujuan hingga maknanya. Ilustrasi - Hari Nyamuk Sedunia setiap 20 Agustus, ini sejarah dan tujuannya (Foto: GETTY IMAGE)

JAKARTA - Setiap tanggal 20 Agustus, masyarakat global memperingati World Mosquito Day atau Hari Nyamuk Sedunia.

Peringatan tahunan ini bukan bentuk perayaan terhadap keberadaan serangga tersebut, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai ancaman penyakit berbahaya yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), zika, hingga chikungunya.

Pemilihan tanggal 20 Agustus memiliki akar sejarah yang kuat pada bidang kedokteran modern.

Penetapan ini merujuk pada penemuan bersejarah yang dilakukan oleh seorang dokter militer asal Inggris, Sir Ronald Ross, pada 20 Agustus 1897 di Secunderabad, India.

Baca juga :
Rahasia Para Ulama Menulis Kitab Tanpa Teknologi Modern

Saat melakukan penelitian, Ross berhasil menemukan jaringan parasit malaria di dalam saluran pencernaan nyamuk dari genus Anopheles betina.

Baca juga :
Menteri PKP Ajak Swasta Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT

Temuan ini menjadi bukti ilmiah pertama bahwa nyamuk bertindak sebagai vektor atau pembawa parasit malaria antarmanusia, mematahkan teori lama yang percaya bahwa penyakit malaria disebabkan oleh udara beracun dari rawa-rawa.

Atas jasa besar dalam mengungkap rantai penularan tersebut, Sir Ronald Ross dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1902.

Baca juga :
Kisah Perjalanan Imam Al-Ghazali Dalam Meraih Puncak Keikhlasan

Tak lama setelah penemuannya, Ross sendiri mengusulkan agar tanggal 20 Agustus ditetapkan sebagai Hari Nyamuk Sedunia guna mengenang titik balik penting dalam sejarah penanganan penyakit menular tersebut.

Hingga saat ini, edukasi mengenai bahaya nyamuk tetap sangat relevan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan nyamuk sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia karena kemampuannya menyebarkan berbagai wabah yang merenggut ratusan ribu jiwa setiap tahunnya.

Di Indonesia, momentum 20 Agustus kerap dimanfaatkan oleh institusi kesehatan dan pemerintah daerah untuk menggalakkan kembali Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus.

Peringatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa langkah sederhana, seperti menguras tempat penampungan air dan menjaga kebersihan lingkungan, berperan besar dalam mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hari Nyamuk Sedunia 20 Agustus Peringatan Internasional Bulan Agustus