Sejak Kapan Fotografer Disebut Sebagai Profesi?

Vaza Diva | Kamis, 20/08/2026 11:21 WIB


Fotografi kini diakui sebagai profesi yang sangat penting dalam berbagai sektor, mulai dari jurnalisme visual, periklanan, hingga dokumentasi komersial. Ilustrasi - fotografer (Foto: TechRadar)

JAKARTA - Fotografi kini diakui sebagai profesi yang sangat penting dalam berbagai sektor, mulai dari jurnalisme visual, periklanan, hingga dokumentasi komersial.

Namun, fotografi tidak langsung lahir sebagai sebuah mata pencaharian saat teknologi ini pertama kali ditemukan.

Proses transisi dari sekadar eksperimen kimia sains di laboratorium hingga diakui secara resmi sebagai sebuah profesi komersial membutuhkan waktu dan pergeseran era yang bertahap.

Lahirnya fotografer sebagai profesi komersial berawal pada dekade 1840-an, tidak lama setelah Pemerintah Prancis menyerahkan paten Daguerreotype sebagai teknologi bebas bagi dunia pada tahun 1839.

Baca juga :
Rahasia Para Ulama Menulis Kitab Tanpa Teknologi Modern

Pengoperasian kamera pada masa itu membutuhkan penguasaan teknik kimia yang rumit, pencahayaan studio yang cermat, serta peralatan pelat logam yang mahal.

Baca juga :
Menteri PKP Ajak Swasta Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT

Kebutuhan akan keahlian khusus ini melahirkan kelompok profesional pertama yang menawarkan jasa pemotretan potret diri (portraiture) bagi kalangan bangsawan dan masyarakat kelas menengah.

Komersialisasi ini ditandai dengan dibukanya studio foto komersial pertama di dunia oleh Alexander Wolcott di New York pada tahun 1840, yang kemudian disusul oleh Richard Beard di London pada tahun 1841.

Baca juga :
Kisah Perjalanan Imam Al-Ghazali Dalam Meraih Puncak Keikhlasan

Tingginya permintaan pasar akan potret wajah yang presisi dan lebih terjangkau dibandingkan lukisan tangan membuat banyak seniman dan pelukis beralih profesi menjadi operator kamera studio.

Perkembangan profesi ini kian meluas pada dekade 1850-an seiring hadirnya teknologi pencetakan foto yang lebih efisien. Bidang pekerjaan fotografer mulai merambah ke dunia dokumentasi dan warta berita.

Roger Fenton menjadi salah satu sosok pelopor fotojurnalisme saat bertugas mendokumentasikan Perang Krimea pada tahun 1855, sementara banyak fotografer lain mulai dipekerjakan oleh pemerintah dan perusahaan ekspedisi untuk memetakan wilayah serta pembangunan infrastruktur.

Pengakuan fotografi sebagai bagian integral dari industri global semakin kokoh pada akhir abad ke-19, terutama setelah munculnya kamera rol film yang memisahkan ranah pemotretan rekreasi awam dengan standar kerja fotografer komersial.

Memasuki abad ke-20, profesi fotografer resmi terserap ke dalam struktur industri media massal, agensi periklanan, dan majalah publikasi hingga menjadi salah satu pilar utama dalam industri kreatif modern saat ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hari Fotografi Sedunia 19 Agustus Peringatan Internasional Bulan Agustus