Curi Data Akademis, 17 Peretas Iran Didakwa Otoritas AS

M.Habib Saifullah | Rabu, 19/08/2026 19:01 WIB


Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan sebanyak 17 anggota Institut Mabna yang berbasis di Iran resmi didakwa atas dugaan kampanye peretasan siber. Seorang pria memegang komputer laptop saat kode siber diproyeksikan padanya dalam gambar ilustrasi yang diambil pada 13 Mei 2017. REUTERS

JAKARTA - Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan sebanyak 17 anggota Institut Mabna yang berbasis di Iran resmi didakwa atas dugaan kampanye peretasan siber yang menyasar ratusan universitas, perusahaan, serta lembaga pemerintah di AS dan mancanegara.

Para jaksa penuntut mengungkapkan bahwa kelompok tersebut berhasil mencuri lebih dari 31 terabyte data akademis dan kekayaan intelektual usai membobol sistem 144 universitas di AS, 178 universitas asing, puluhan perusahaan, serta beberapa instansi pemerintah AS.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Kehakiman AS menduga sebagian besar peretasan tersebut dilakukan atas nama Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) serta klien pemerintah dan perguruan tinggi Iran lainnya.

Sembilan dari 17 terdakwa sebelumnya telah didakwa pada tahun 2018, sementara dakwaan terbaru ini menambahkan delapan tersangka baru ke dalam daftar.

Baca juga :
AS Batal Gelar Latihan Militer Bersama Korea Selatan, Iran Jadi Alasan
Baca juga :
Rezeki Sudah Diatur Kenapa Tetap Harus Berusaha
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Peretasan Siber Peretasan Iran Institut Mabna Dakwaan AS