
Ilustrasi - Virus hanta (Foto: Reuters)
JAKARTA - Kementerian Kesehatan Venezuela pada mengkonfirmasi tiga kematian pasien yang terinfeksi hantavirus di Negara Bagian Anzoategui tanpa adanya kasus penularan antarmanusia yang tercatat di negara tersebut.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa virus ini ditularkan hewan pengerat di area pertanian, terutama lewat hirupan partikel dari urin, feses, atau air liur di ruang tertutup.
"Kami melaporkan tentang kematian tiga pasien di Negara Bagian Anzoategui dengan diagnosis terkonfirmasi hantavirus. Virus ini ditularkan hewan pengerat di area pertanian, terutama lewat hirupan partikel dari urin, feses, atau air liur di ruang tertutup. Tidak ada bukti ilmiah tentang penularan virus ke sesama manusia di negara ini," demikian menurut pernyataan Kemenkes.
Dua petugas kesehatan lainnya meninggal di Negara Bagian Barinas dan penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan, katanya.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa kedua insiden tersebut tidak saling berkaitan dan hasil penyelidikan akhirnya akan diumumkan.
Wabah hantavirus yang mematikan terjadi pada awal Mei di kapal pesiar Belanda MV Hondius, yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde. Tiga orang meninggal.
Para penumpang kemudian dievakuasi dan kapal tersebut, yang membawa jasad seorang penumpang yang meninggal akibat virus tersebut, berlayar menuju Rotterdam.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) mengatakan seorang warga Amerika yang dievakuasi dari kapal tersebut memiliki gejala ringan hantavirus, sedangkan satu orang lainnya dinyatakan positif varian Andes.
Hantavirus adalah sekelompok virus yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat. Virus ini dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) dan sindrom paru hantavirus (HPS).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti