Rahasia Kesehatan di Balik Adab Makan Minum Rasulullah

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 20/07/2026 23:02 WIB


Mengulik hikmah medis dan spiritual dari kebiasaan makan Nabi Ilustrasi makan dan minum sesuai syariat

Katakini.com - Rasulullah SAW telah mewariskan tuntunan hidup yang sempurna bagi umatnya, tidak terkecuali dalam urusan mendasar seperti makan dan minum.

Gaya hidup sehat yang dicontohkan oleh baginda bukan sekadar rutinitas harian, melainkan cerminan dari wahyu Allah SWT yang sarat akan hikmah.

Allah SWT secara tegas melarang hamba-Nya untuk bersikap berlebihan dalam hal konsumsi melalui firman-Nya di dalam kitab suci Al-Qur`an.

"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A`raf: 31).

Baca juga :
Ini Enam Kisah Mistis Gunung Gede Jawa Barat

Salah satu petunjuk utama Nabi SAW adalah perintah untuk selalu menggunakan tangan kanan ketika menyantap hidangan dan meneguk minuman.

Baca juga :
Hukum Hadiah Door Prize Menurut Pandangan Hukum Islam

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa setan makan dan minum menggunakan tangan kiri, sehingga umat Islam wajib menyelisihi kebiasaan itu.

"Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya; dan jika minum, minumlah dengan tangan kanannya." (HR. Muslim).

Baca juga :
Benarkah Keracunan Makanan Bisa Bikin Lupa Ingatan?

Selain itu, Rasulullah SAW sangat melarang kebiasaan minum sambil berdiri karena hal tersebut memiliki dampak kurang baik bagi sistem pencernaan manusia.

Secara medis, posisi duduk saat minum terbukti membuat air mengalir secara perlahan dan terserap secara optimal oleh dinding lambung.

Nabi SAW juga mengajarkan seni mengendalikan porsi makan dengan membagi kapasitas perut menjadi tiga bagian secara proporsional.

Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi, perut seorang Muslim sebaiknya diisi dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga sisanya untuk bernapas.

Kebiasaan mulia lainnya adalah larangan meniup makanan atau minuman yang masih panas karena dapat mengontaminasi hidangan bersih tersebut dengan udara kotor.

Melalui adab-adab sederhana ini, kita diajarkan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat rezeki dan menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh.

Menerapkan sunnah makan dan minum ini tidak hanya mendatangkan kebugaran fisik, tetapi juga mengalirkan pahala ibadah yang berlimpah di sisi Allah SWT.

Semoga kita semua diberikan keistiqamahan untuk selalu meneladani setiap detail kehidupan Rasulullah SAW demi meraih keberkahan dunia dan akhirat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
makan minum larangan minum berdiri gaya hidup