Ketua MPR: Ormas Islam Harus Adaptif Tanpa Tinggalkan Keislaman dan Keindonesiaan

Aliyudin | Rabu, 08/07/2026 06:07 WIB


Al Washliyah telah membuktikan diri sebagai pilar strategis dalam menjaga moral bangsa dan memperkokoh persatuan nasional Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar XXIII Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa malam (7/7/2026). Foto: dok. katakini

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Demikian disampaikan Ahmad Muzani saat pembukaan Muktamar XXIII Al Jam`iyatul Washliyah (Al Washliyah) pada Selasa malam (7/7/2026) di Asrama Haji (Wisma Haji) Pondok Gede, Jakarta Timur.

Perhelatan akbar organisasi Islam yang berdiri sejak 1930 ini dihadiri oleh ribuan kader, pengurus wilayah, daerah, serta peninjau dari berbagai pelosok tanah air.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi historis Al Washliyah dalam mengawal pendidikan, dakwah, dan sosial di Indonesia.

Baca juga :
Utang Kecil Ini Ternyata Sangat Mengganggu Ketenangan Hidup

"Al Washliyah telah membuktikan diri sebagai pilar strategis dalam menjaga moral bangsa dan memperkokoh persatuan nasional,” ujarnya.

Baca juga :
Ketika Bos Tidak Adil, Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

“Muktamar ke-23 ini harus menjadi momentum melahirkan gagasan besar untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks," pungkasnya.

 

Baca juga :
Rezeki Sedikit Tetap Bawa Keberkahan Melimpah Bagi Muslim
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Muktamar Al Washliyah Ahmad Muzani Ormas Islam