Kesalahan Fatal Saat Memahami Mazhab

Anggoro Aristo Priambodo | Selasa, 07/07/2026 06:02 WIB


Kekeliruan umum umat Muslim dalam menyikapi keberadaan mazhab fikih. Ilustrasi belajar mazhab

Katakini.com - Kesalahan paling mendasar yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah menganggap perbedaan mazhab sebagai perpecahan dalam agama.

Padahal, para imam mazhab menyusun metodologi fikih justru untuk memudahkan umat dalam mengaplikasikan teks wahyu yang bersifat global.

Sebagian orang juga keliru dengan mengklaim bahwa bermazhab berarti berpaling dari petunjuk Al-Quran dan hadist sahih.

Kekeliruan ini muncul akibat minimnya literasi mengenai bagaimana para ulama menyaring hukum lewat jalur sanad yang ketat.

Baca juga :
KPK Sita Bukti dari Kantor Bupati Kuansing

Allah SWT secara tegas telah mengingatkan umat Islam di dalam Al-Quran untuk menjauhi sikap berpecah belah yang merusak persatuan.

Baca juga :
Penyerang Persib Resmi Lepas dengan Harga Fantastis

Larangan keras ini tercantum secara indah di dalam Surah Ali `Imran ayat 103 mengenai perintah menjaga tali agama Allah.

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai..." (QS. Ali `Imran: 103)

Baca juga :
Statistik Head to Head Timnas Norwegia vs Inggris

Ayat tersebut menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang menjadikan mazhab fikih sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Kesalahan fatal berikutnya adalah munculnya sikap fanatik buta (ta`ashub) yang menganggap hanya mazhabnya sendirilah yang paling benar.

Rasulullah SAW dalam khotbahnya selalu mengingatkan bahaya sikap ekstrem dan berlebih-lebihan yang bisa membinasakan suatu kaum.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan dini mengenai bahaya sikap melampaui batas ini.

"Jauhkanlah diri kalian dari sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena sikap tersebut." (HR. Ahmad)

Melalui sabda nabi tersebut, umat seharusnya sadar bahwa memutlakkan pendapat ijtihad seorang manusia adalah tindakan yang keliru.

Bentuk kesalahan lain yang juga sering dijumpai adalah fenomena talfiq yang serampangan demi mencari jalan pintas ibadah yang paling ringan.

Mereka dengan sengaja mencampuradukkan hukum dari berbagai mazhab hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan meremehkan syariat.

Oleh karena itu, mengedukasi diri tentang hakikat mazhab yang moderat dan penuh toleransi adalah kunci utama untuk merawat ukhuwah Islamiyah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
kesalahan memahami mazhab fanatik mazhab hukum islam