AS Luncurkan Serangan Udara ke Iran

Vaza Diva | Minggu, 28/06/2026 13:45 WIB


Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah meluncurkan serangan udara ke Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)

WASHINGTON - Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa militer AS telah meluncurkan serangan udara ke sejumlah instalasi militer di wilayah Iran pada Sabtu (27/6) waktu setempat.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa operasi militer tersebut menargetkan fasilitas-fasilitas strategis milik Teheran.

"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," tulis Trump dalam unggahannya.

Menurut sekutu Washington, serangan udara ini terpaksa dilakukan karena pihak Iran dianggap telah berulang kali mencederai kesepakatan damai yang ada. Trump menegaskan tindakan tegas ini diambil untuk memberikan efek jera.

Baca juga :
Harry Kane Cetak Rekor Baru Bersama Timnas Inggris

"Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!" kata Trump.

Baca juga :
De Bruyne: Turnamen yang Sebenarnya Baru Dimulai

Tidak sampai di situ, Presiden AS tersebut juga mengeluarkan ancaman yang jauh lebih agresif.

"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" ujar Trump.

Baca juga :
DPRD Jatim Siap Berkolaborasi dengan MPR RI Perluas Partisipasi Peserta LKBB PB

Sebelum pengumuman resmi dari Gedung Putih, sejumlah media lokal Iran sebenarnya sudah melaporkan adanya rentetan ledakan besar.

Serangan tersebut diketahui menghantam Pulau Qeshm, wilayah dekat Kota Sirik, serta area di sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh yang terletak di bagian selatan Iran.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) akhirnya merilis pernyataan resmi untuk memperjelas duduk perkara.

CENTCOM mengonfirmasi bahwa target yang mereka hancurkan merupakan basis yang diduga kuat menjadi dalang di balik serangan terhadap sebuah kapal niaga yang sedang melintasi jalur laut internasional di Selat Hormuz. (Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Presiden AS Donald Trump Amerika vs Iran Konflik Timur Tengah