Sejarah Dimulainya Pekan Raya Jakarta, Sudah Tahu Belum?

M.Habib Saifullah | Minggu, 28/06/2026 09:05 WIB


Gagasan digelarnya PRJ pertama kali lahir dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) saat itu, Syamsuddin Mangan atau Haji Mangan, pada tahun 1967 Ilustrasi pengunjung Pekan Raya Jakarta (PRJ) (Foto: ANTARA News/Zuhdiar Laeis)

JAKARTA - Saban memasuki bulan Juni, atmosfer kemeriahan selalu menyelimuti Jakarta. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta tidak pernah bisa dipisahkan dari gemerlap perhelatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair.

Namun, di balik riuh konser musik dan jutaan diskon belanja, PRJ menyimpan rekam jejak sejarah dan transformasi yang sangat panjang dalam lanskap sosiologis serta ekonomi ibu kota.

Dihimpun dari berbagai sumber, lembaran sejarah PRJ resmi dimulai pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968 di Kawasan Monas. Perhelatan perdana yang dibuka langsung oleh Presiden Soeharto lewat prosesi pelepasan merpati pos ini awalnya mengusung nama Djakarta Fair (DF).

Seiring perubahan tata bahasa, nama tersebut berubah menjadi Jakarta Fair sebelum akhirnya karib di telinga publik sebagai Pekan Raya Jakarta.

Baca juga :
Hukum Mengkhususkan Malam Tertentu Shalat Sunnah Menurut Syariat

Gagasan ini pertama kali lahir dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) saat itu, Syamsuddin Mangan atau Haji Mangan, pada tahun 1967.

Baca juga :
Peringatan Referendum Timor Timur 30 Agustus, Ini Sejarahnya

Ia mengusulkan sebuah wadah pameran besar kepada Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, sebagai strategi taktis untuk mendongkrak pemasaran produk domestik.

Seiring berjalannya waktu, fungsi Djakarta Fair mulai bergeser secara positif. Pemerintah DKI Jakarta tidak sekadar menjadikannya sebagai ajang hiburan malam rakyat, melainkan wadah promosi komoditas ekspor dan pameran industri skala nasional.

Baca juga :
Hukum Puasa Hari Tertentu Karena Tradisi Menurut Syariat

Akibat popularitas yang terus melonjak, Lapangan Monas dinilai tidak lagi mampu menampung lonjakan jumlah pengunjung serta luasnya stan pameran.

Memasuki tahun 1992, lokasi PRJ dipindahkan dari Monas ke kawasan bekas Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta Pusat. Perpindahan ini sekaligus menandai babak baru pengelolaan PRJ di bawah atap Jakarta International Expo (JIExpo).

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pekan Raya Jakarta Sejarah PRJ Syamsuddin Mangan