
Ilustrasi seseorang sedang mengumandangkan azan (Foto: Wikipedia)
JAKARTA - Azan bukan sekadar penanda masuknya waktu shalat, melainkan sebuah seruan suci yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta.
Di balik kumandangnya yang syahdu, terdapat satu momentum emas yang sering kali dilewatkan oleh banyak umat Muslim, yaitu waktu antara selesainya Azan dan dimulainya iqamah.
Salah satu amalan ringan namun berbobot pahala raksasa pada waktu tersebut adalah membaca doa setelah Azan. Amalan ini merupakan wujud apresiasi, penghormatan, serta ikrar keimanan seorang Muslim setelah mendengarkan seruan tauhid.
Lafadz Doa Seusai Azan
Berikut adalah lafadz doa setelah Azan yang bersumber dari hadis shahih riwayat Imam Bukhari:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Allâhumma rabba hâdzihid-da‘watit-tâmmah, wash-shalâtil-qâ’imah, âti Muhammadanil-wasîlata wal-fadhîlah, wab‘atshu maqâmam-mahmûdanil-ladzî wa‘adtah.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah (tempatkan di surga) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan."
(Sebagian riwayat ulama menambahkan kalimat "Innika lâ tukhliful mî`âd" di akhir doa, yang berarti "Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji").
Keutamaan Membaca Doa Setelah Azan
Membaca doa ini secara istiqamah mendatangkan berbagai keutamaan spiritual yang luar biasa bagi seorang Muslim:
1. Jaminan Mendapatkan Syafaat Rasulullah SAW
Inilah keutamaan yang paling didambakan oleh setiap mukmin di hari kiamat kelak. Rasulullah SAW secara eksplisit menjanjikan bantuan atau pertolongan beliau bagi siapa saja yang meluangkan waktu sejenak untuk membaca doa ini. Dalam hadis dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mendengar Azan lalu membaca (doa setelah Azan)... maka halal baginya syafaatku pada hari kiamat." (HR. Bukhari).
2. Berada di Waktu Mustajab untuk Berdoa
Waktu antara Azan dan iqamah adalah salah satu jendela waktu di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Setelah membaca doa resmi setelah Azan, umat Islam sangat dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa-doa pribadi (hajat dunia maupun akhirat). Rasulullah SAW bersabda:
"Doa di antara Azan dan iqamah tidak akan ditolak." (HR. Tirmidzi).
3. Mengikrarkan Kesetiaan pada Tauhid
Kalimat "Rabba hâdzihid-da‘watit-tâmmah" (Tuhan pemilik seruan yang sempurna) merupakan pengakuan bahwa Islam dan kalimat tauhid yang dikumandangkan dalam Azan adalah satu-satunya seruan yang utuh, selamat, dan tidak mengandung celah atau kesyirikan.