
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan wilayah di kota Nabatieh, Lebanon selatan, pada 11 April 2026 (Foto: Abbas Fakih/AFP)
JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan dan timur pada Jumat (19/6) mencapai 30 orang, sementara puluhan lainnya terluka, menurut pihak layanan ambulans Lebanon kepada RIA Novosti.
Sebelumnya pada hari itu, salah satu sumber menyebutkan 24 orang tewas dan 24 lainnya terluka akibat serangan pesawat, drone, dan artileri berat Israel terhadap sejumlah permukiman di Lebanon selatan.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk eskalasi serangan Israel itu dan menyatakan bahwa serangan yang meluas di selatan dan timur Lebanon serta kematian warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, merupakan langkah berbahaya dan bertujuan untuk melawan upaya konsolidasi gencatan senjata.
"Akibat serangan pasukan udara Israel di Kota Ain Bourday di Distrik Baalbek (Lebanon timur), menurut data awal, tiga orang tewas dan enam orang terluka. Tiga lainnya tewas akibat serangan udara di sebuah perkebunan di Kota Jamaliya di utara Baalbek," kata sumber tersebut.
Selain itu, Kota Touline di Lebanon selatan juga menjadi target serangan udara. Sejumlah tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti