Mahasiswa UGM Teriaki Budiman Sudjatmiko Penghianat Reformasi

M.Habib Saifullah | Selasa, 16/06/2026 10:20 WIB


Mahasiswa membubarkan acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri pejabat negara. Universitas Gajah Mada (UGM)

JAKARTA - Sejumlah mahasiswa membubarkan acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri pejabat negara.

Acara yang diskusi ini menghadirkan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid; Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko.

Dalam video yang diunggah oleh Wamentan Sudaryono melalui akun media media sosialnya, Budiman saat itu sedang mendapatkan giliran menyampaikan pemaparannya. Saat itu, yang tengah dibahas adalah eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Tidak berselang lama, sejumlah mahasiswa merangsek naik ke panggung. Beberapa kemudian membentangkan spanduk. Mereka juga membawa pengeras suara atau toa sambil membunyikan sirine untuk mengganggu jalannya diskusi.

Baca juga :
Harga Cabai Rawit Hari Ini Rp75.750/kg, Telur Rp30.350 per kg

"Budiman Sudjatmiko adalah penghianat reformasi," teriak salah satu mahasiswa.

Baca juga :
Menag Dampingi Presiden Jerman Telusuri Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Aksi tersebut akhirnya tak terkendali hingga sempat terjadi aksi lempar-lemparan gelas air mineral. Tak berselang lama, ketiga pejabat dievakuasi keluar joglo GIK.

Dalam kesempatan yang berbeda, Sudaryono lantas menjelaskan perihal gangguan dari mahasiswa tersebut. Ia menekankan datang bersama menteri lainnya ke UGM untuk berdialog.

Baca juga :
BPIP Usul Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk Tahun 2027

"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini," ujar Sudaryono dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Menurut Sudaryono, sejak awal dirinya dan para narasumber membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk bertanya maupun mengkritik kebijakan pemerintah.

"Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis," imbuhnya.

Namun, di tengah jalannya forum, Sudaryono menyebut terdapat sekelompok peserta yang tidak menginginkan diskusi dilanjutkan sehingga situasi menjadi tidak kondusif.

"Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," katanya.

Ia mengaku tetap bertahan di lokasi bersama Nusron Wahid karena meyakini bahwa dialog merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. Namun, kata dia, situasi disebut semakin memanas setelah terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik.

"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ujarnya.

Sudaryono membantah anggapan bahwa dirinya dan rombongan meninggalkan lokasi karena menghindari dialog.

"Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," ujar dia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mahasiswa UGM Pembubaran Diskusi Budiman Sudjatmiko Wamentan Sudaryono