
Ilustrari - penyembelihan hewan kurban Idul Adha (Foto: Jurnas/Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Penyembelihan hewan kurban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang mampu.
Agar ibadah ini sah, bernilai pahala, dan berkah, proses penyembelihan tidak boleh dilakukan sembarangan. Islam telah mengatur tata cara penyembelihan yang aman, berperikemanusiaan (ihsan), dan sesuai dengan syariat.
Berikut Ini Doa Memotong Hewan Kurban
Sebelum menyembelih hewan kurban, disunnahkan membaca basmalah dan doa penyembelihan. Dalam hadits dari Aisyah RA,
أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ, يَطَأُ فِي سَوَادٍ, وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ, وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ; لِيُضَحِّيَ بِهِ, فَقَالَ: "اِشْحَذِي اَلْمُدْيَةَ" , ثُمَّ أَخَذَهَا, فَأَضْجَعَهُ, ثُمَّ ذَبَحَهُ, وَقَالَ: "بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ" -
Nabi SAW pernah memerintahkan agar diambilkan gibas (domba jantan) bertanduk, kuku dan perutnya hitam dan sekeliling matanya hitam. Lalu gibas tersebut dibawa ke hadapan beliau shallallahu `alaihi wa sallam untuk dijadikan kurban.
Beliau pun bersabda, "Asahlah dengan batu pengasah." Kemudian `Aisyah mengasahnya dan Nabi shallallahu `alaihi wa sallam membaringkan hewan tersebut lalu menyembelihnya. Saat menyembelih, beliau mengucapkan, "Bismillah, Allahumma taqobbal min Muhammad wa aali Muhammad, wa min ummati Muhammad (Artinya: dengan menyebut nama Allah, Ya Allah terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad)." (HR. Muslim)
Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.
Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.
Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain
(....) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ
Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min ... (ucapkan nama pemilik hewan kurban).
Artinya: Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (ucapkan nama pemilik hewan kurban).
Dilansir dari Detik, Berikut Ini Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Sunnah
Merujuk buku Kitab Fikih Sehari-hari: 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian karya A.R. Shohibul Ulum, berikut beberapa tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai sunnah Rasulullah SAW.
1. Memilih Hewan yang Memenuhi Syarat
Hewan kurban harus memenuhi syarat syariat, di antaranya:
- Hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau unta
- Cukup umur
- Tidak cacat
- Sehat dan layak disembelih
2. Menajamkan Pisau
Pisau yang digunakan harus tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyakiti hewan terlalu lama.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya." (HR. Muslim)
3. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Disunnahkan menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat sebelum disembelih. Posisi hewan biasanya direbahkan dengan lembut pada sisi kiri tubuhnya.
4. Membaca Basmalah dan Takbir
Saat mulai menyembelih, penyembelih membaca: "Bismillahi Allahu Akbar."
Kemudian dilanjutkan dengan doa kurban.
Menyebut nama Allah SWT menjadi syarat penting dalam penyembelihan hewan menurut syariat Islam.
5. Memotong Saluran dengan Sempurna
Penyembelihan dilakukan pada leher hewan dengan memotong saluran pernapasan,saluran makanan dan dua urat nadi utama. Tujuannya agar hewan cepat mati dan darah keluar sempurna.
6. Tidak Menyiksa Hewan
Islam melarang memperlakukan hewan secara kasar. Karena itu, hewan tidak boleh dipukul, disiksa, atau diperlihatkan proses penyembelihan hewan lain.