Prabowo: Bangsa Indonesia Jangan Lagi Jadi Objek Penguasaan Asing

Vaza Diva | Rabu, 20/05/2026 12:40 WIB


Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara (Foto: Tangkapan Layar/ TVR Parlemen)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak terlalu mengagumi negara-negara yang memperoleh kekayaan dengan merampas sumber daya bangsa lain.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5).

“Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo.

Presiden juga meminta masyarakat Indonesia tidak rendah diri dan tidak selalu mengagumi ajaran bangsa lain, sementara bangsa tersebut dinilai tidak menjalankan apa yang diajarkan kepada negara lain.

Baca juga :
Prabowo Wajibkan Ekspor Batu Bara dan Kelapa Sawit Lewat BUMN

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak mengajak masyarakat untuk membenci bangsa lain. Dia justru mengajak bangsa Indonesia tetap belajar dari negara lain sambil memahami sejarah agar tidak mengulangi pengalaman kelam masa lalu.

Baca juga :
Puan Sebut DPR Dukung Program Pemerintah Selama untuk Rakyat

“Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Ini adagium yang terjadi di banyak negara,” ujarnya.

Menurut Prabowo, para pendiri bangsa telah memahami bahwa apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara lemah dan tidak bersatu, maka kekayaan Indonesia akan terus diambil kekuatan asing.

Baca juga :
Di Hadapan DPR RI, Prabowo Target Defisit RAPBN 2027 Maksimal 2,4 Persen

Dalam pidatonya, Presiden turut menyinggung sejarah Belanda yang pernah memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia sejak abad ke-16 hingga abad ke-19. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena Belanda menguasai wilayah Nusantara yang kini menjadi Republik Indonesia.

“Negara yang mungkin dari utara ke selatan mungkin tidak sampai delapan jam naik kendaraan, dari laut ke perbatasan mereka mungkin tidak sampai empat jam dengan kendaraan, bisa memiliki PDB tertinggi di dunia. Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita, mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mencatat sejarah baru sebagai Presiden RI pertama yang menyampaikan secara langsung pendahuluan RAPBN, termasuk KEM-PPKF, di hadapan sidang paripurna DPR RI.

Rapat dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani dan dihadiri 451 anggota DPR RI sehingga memenuhi kuorum.

Presiden hadir didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rapat Paripurna DPR RAPBN 2027 Presiden RI Prabowo Subianto kekuasaan asing

Terpopuler

Senin, 18/05/2026
Call center Kopra by Mandiri (bisnis)

Berita Call center Kopra by Mandiri (bisnis)

Selasa, 19/05/2026
Nomor Call Center Kopra by Mandiri (+62) 82-1700-7004

Nomor Call Center Kopra by Mandiri (+62) 82-1700-7004