ASDP Salurkan Bantuan Sosial dan Beri Pelatihan Wirausaha Masyarakat Bajoe

Aliyudin Sofyan | Rabu, 29/04/2026 20:25 WIB


Pengalihan lintasan dilakukan untuk mendukung rehabilitasi fasilitas dermaga Pelabuhan Bajoe Pelabuhan penyeberangan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan. Foto: asdp/katakini

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan menggelar pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi warga pada saat pengalihan sementara lintasan penyeberangan dari Bajoe-Kolaka ke Siwa–Kolaka.

Pengalihan lintasan dilakukan untuk mendukung rehabilitasi fasilitas dermaga Pelabuhan Bajoe, khususnya peningkatan kapasitas movable bridge dari 30 ton menjadi 50 ton.

Pekerjaan peningkatan fasilitas tersebut berlangsung mulai 1 Mei hingga 1 Juni 2026.

“Peningkatan kapasitas dermaga ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih optimal dan berkeselamatan. Di saat yang sama, ASDP juga ingin memastikan masyarakat tetap merasakan manfaat langsung melalui bantuan sosial dan penguatan kapasitas ekonomi,” ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo melalui keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Baca juga :
Kementrans Perkuat Pembangunan Papua Berbasis Dampak Kawasan

Sebagai bentuk kepedulian tersebut, ASDP menyalurkan 500 paket sembako gratis kepada masyarakat Bajoe pada Selasa (28/4/2026).

Baca juga :
Pastikan Cadangan Pangan Aman, Bahtra Tinjau Gudang Bulog di Sulawesi Tenggara

Selain bantuan sosial, ASDP juga menggelar seminar dan pelatihan kewirausahaan pada Rabu (29/4/2026). Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengalihan sementara lintasan penyeberangan sekaligus membekali keterampilan dalam menciptakan alternatif sumber penghasilan selama masa rehabilitasi berlangsung. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk terus produktif, kreatif, dan mampu mengembangkan peluang usaha baru secara berkelanjutan.

General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu menjelaskan, rehabilitasi dermaga yang dimulai pada 1 Mei 2026 turut melibatkan sedikitnya 25 tenaga kerja lokal. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai optimal dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Baca juga :
KA Argo Bromo Tabrak KRL, Anggota DPR: Hak Korban dan Keluarga Harus Dijamin Negara

“Pengalihan lintasan Siwa–Kolaka ini bersifat sementara sesuai Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AP.201/1/16/DJPD/2026 tanggal 13 Februari 2026. Setelah rehabilitasi rampung, layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka akan kembali beroperasi normal,” ujar Anom.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo Pelabuhan penyeberangan