
Rapat Tingkat Menteri Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres No.8 Tahun 2025 di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta Selatan (Foto: Habib/Katakini.com)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A.Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa angka kemiskinan ekstrem telah turun menjadi 0,78 persen pada September 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Menko PM atau yang kerap disapa Cak Imin dalam Rapat Tingkat Menteri Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres No.8 Tahun 2025 di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (27/4/2026).
"Alhamdulillah kemiskinan ekstrim berhasil turun. Dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025," kata Cak Imin.
Menko Muhaimin juga mengatakan bahwa saat ini masih ada sekitar 2,2 juta orang yang masih berstatus miskin ekstrem, dari sebelumnya berjumlah 3,56 juta orang.
"Ini patut kita syukuri sekaligus kita masih memiliki tanggungan 2,2 juta dari yang sebelumnya 3,56 juta orang," ujarnya.
Sementara penyaluran untuk bantuan sosial, kata Cak Imin, telah menjangkau sebanyak 8,56 juta keluarga miskin. "Sekitar 93,6 persen dari total sasaran, sangat tinggi," kata Menko PM.
Lebih lanjut Menko Muhaimin menambahkan bahwa pemerintah menargetkan jumlah kemiskinan ekstrem turun hingga 0 persen pada 2026, dan kemiskinan nasional pada 2029.
"Kita akan terus bekerja keras untuk target 0 perae pada tahun 2026 dan maksimal 5 persen pada tahun 2029," katanya.
Sebagai informasi rapat ini turut dihadiri oleh Mensos Saifullah Yusuf, Menag Nasaruddin Umar, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Agraria Nusron Wahid, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri P2MI Mukhtaruddin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, MenPANRB Rini Widyantini, Mentrans M. Iftitah Sulaiman, dan Kepala BGN Dadan Hindayana.