Iran Gantung Pejabat Pertahanan yang Jadi Mata-mata untuk Mossad

M. Habib Saifullah | Rabu, 22/04/2026 14:01 WIB


Seorang pejabat senior di otoritas pertahanan sipil Iran dieksekusi, usai dinyatakan bersalah karena menjadi mata-mata untuk badan intelejen Mossad Israel. Ilustrasi palu hakim.

TEHERAN - Seorang pejabat senior di otoritas pertahanan sipil Iran dieksekusi, usai dinyatakan bersalah karena menjadi mata-mata untuk badan intelejen Mossad Israel.

Menurut Mizan News, media resmi peradilan iran melaporkan bahwa pejabat itu bernama Mehdi Farid. Mehdi yang memegang posisi manajemen di biro pemerintah yang menangani pertahanan sipil itu digantung setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonisnya.

Selama penyelidikan, Farid mengaku telah berupaya memberikan informasi sensitif kepada intelijen Israel, termasuk bagan organisasi, tata letak bangunan internal, detail keamanan fasilitas pertahanan, dan catatan personel, menurut media tersebut.

Diberitakan sebelumnya bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, Washington memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan.

Baca juga :
Jaksa hingga Polisi Diduga Terima `THR` dari Bupati Rejang Lebong

Keputusan ini diambil saat Washington tengah menunggu proposal terpadu dari Republik Islam tersebut guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Baca juga :
Kemensos Wajibkan Pegawainya Gunakan Kendaraan Listrik/Umum Tiap Kamis

Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian perundingan menit-menit terakhir sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada Rabu esok.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump juga menegaskan bahwa meski gencatan senjata diperpanjang, militer AS tetap akan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga :
Staf PBNU Mangkir Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Situasi ini, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membuat Teheran belum mengambil keputusan final apapun untuk menghadiri perundingan lanjutan. Sebab, blokade AS terhadap pelabuhan Iran merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

"Trump bisa berubah pikiran mengenai negosiasi dengan Iran kapan saja. Presiden memiliki opsi-opsi lain selain memulai kembali serangan udara jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan," kata pejabat Gedung Putih yang berbicara anonim, sebagaimana dikutip dari AP pada Rabu (22/4).

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mata mata Mossad Pejabat Iran Mehdi Farid Iran AS Israel