Selat Hormuz Dibuka, Trump Tetap Mau Blokade Kapal Iran

M. Habib Saifullah | Sabtu, 18/04/2026 08:01 WIB


Iran mengumumkan pada Jumat bahwa pihaknya telah membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya bagi kapal komersial. Kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Iran mengumumkan pada Jumat bahwa pihaknya telah membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya bagi kapal komersial.

Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade Amerika terhadap kapal dan pelabuhan Iran "akan tetap berlaku penuh" hingga Teheran mencapai kesepakatan dengan AS, termasuk terkait program nuklirnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah melalui platform X bahwa jalur perairan krusial yang menyumbang sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia tersebut kini terbuka penuh bagi kapal komersial.

Langkah ini dilakukan saat gencatan senjata 10 hari antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran tampak mulai stabil.

Baca juga :
Bagaimana Hukum Meminta Kematian saat Ditimpa Ujian Berat?

Trump awalnya menyambut baik kabar tersebut dengan mengunggah bahwa Iran telah mengumumkan selat itu "terbuka penuh dan siap untuk lintasan total."

Baca juga :
Ini Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh

Namun, beberapa menit kemudian, ia mengeluarkan unggahan lain yang menyatakan blokade Angkatan Laut AS akan terus berlanjut "SAMPAI TRANSAKSI KAMI DENGAN IRAN SELESAI 100%."

Trump memberlakukan blokade tersebut awal pekan ini setelah Iran membatasi lalu lintas di selat tersebut akibat pertempuran di Lebanon. Iran mengklaim pembatasan itu merupakan reaksi atas pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi Pakistan antara AS, Israel, dan Iran.

Baca juga :
18 April 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Keputusan Trump untuk melanjutkan blokade meskipun Iran telah memberikan pengumuman pembukaan jalur, tampaknya bertujuan untuk mempertahankan tekanan terhadap Teheran.

Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib gencatan senjata dua minggu yang dicapai pekan lalu.

Pembicaraan langsung antara AS dan Iran akhir pekan lalu berakhir buntu karena kedua negara berselisih paham mengenai program nuklir Iran dan poin-poin krusial lainnya.

Harga minyak dilaporkan turun menyusul harapan akan adanya kesepakatan. Sebelumnya, Kepala Badan Energi Internasional (IEA) telah memperingatkan bahwa guncangan energi bisa memburuk jika selat tersebut tidak segera dibuka kembali.

Trump juga membantah adanya aliran dana dalam kesepakatan dengan Iran terkait program nuklirnya, menanggapi laporan Axios bahwa Washington sedang mempertimbangkan pertukaran uranium dengan uang tunai senilai $20 miliar.

"Amerika Serikat akan memberikan semua `Debu` Nuklir yang dihasilkan oleh pengebom B2 hebat kami — tidak akan ada uang yang berpindah tangan dalam bentuk apa pun," ujar Trump melalui Truth Social miliknya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Selat Hormuz Selat Hormuz Dibuka Kapal Iran Donald Trump