Yai Mim Diduga Wafat Karena Asfiksia, Apa Itu?

M. Habib Saifullah | Selasa, 14/04/2026 16:30 WIB


Eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Imam Muslimin atau yang kerap disapa Yai Mim dikabarkan wafat pada Senin karen asfiksia. Eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim atau yang kerap disapa Yai Mim (Foto: Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq)

JAKARTA - Eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Imam Muslimin atau yang kerap disapa Yai Mim dikabarkan wafat pada Senin (13/4) kemarin. Yai Mim wafat dalam status tersangka pornografi di Polresta Malang.

Berdasarkan hasil tim kedokteran forensik dan medikolegal Rumah Sakit dr Saiful Anwar(RSS) kota Malang menyebutkan bawha penyebab kematian Yai Mim mengarah pada asfiksia.

"Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia," kata Kasatreskrim Polres Kota AKP Rahmad Ahi Prabowo, mengutip detikJatim, Selasa (14/4).

Menghimpun dari berbagai sumber, Asfiksia merupakan sebuah kondisi medis kritis yang terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen secara ekstrem disertai dengan penumpukan karbon dioksida di dalam darah.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Kondisi ini bukan merupakan penyakit tunggal, melainkan sebuah keadaan darurat yang muncul akibat kegagalan sistem pernapasan dalam menjalankan fungsinya secara normal.

Baca juga :
Menteri PPPA Kecam Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Siap Kawal Penanganan

Dalam dunia kedokteran, asfiksia menjadi salah satu penyebab utama kematian mendadak karena dampaknya yang langsung menyerang organ-organ vital, terutama otak dan jantung.

Secara mekanis, asfiksia dimulai ketika terjadi hambatan pada pertukaran udara, baik itu di saluran pernapasan maupun pada tingkat seluler. Hal ini menyebabkan kadar oksigen dalam jaringan tubuh menurun drastis atau yang dikenal dengan istilah hipoksia.

Baca juga :
DPR Dorong Kampus se-Indonesia Aktifkan Satgas Pengaduan Pelecehan

Tanpa oksigen yang cukup, sel-sel tubuh tidak dapat memproduksi energi untuk menjalankan fungsinya. Otak manusia menjadi organ yang paling rentan, di mana kerusakan jaringan saraf dapat mulai terjadi hanya dalam waktu hitungan menit setelah pasokan udara terhenti sepenuhnya.

Penyebab munculnya asfiksia sangat beragam, mulai dari faktor mekanis seperti adanya sumbatan benda asing pada tenggorokan, pembengkakan saluran napas, hingga kondisi medis berat seperti gagal jantung atau infeksi paru-paru akut yang menghambat penyerapan udara.

Selain itu, faktor eksternal seperti paparan gas beracun atau tekanan fisik pada bagian dada juga dapat memicu kondisi ini. Pada pasien dengan kondisi fisik yang sudah lemah atau lanjut usia, asfiksia dapat terjadi lebih cepat karena menurunnya kemampuan otot-otot pernapasan untuk bekerja secara optimal.

Gejala yang muncul biasanya dimulai dengan sesak napas hebat yang diikuti dengan perubahan warna kulit menjadi kebiruan, terutama pada area bibir dan kuku, yang menandakan darah sudah kekurangan oksigen.

Jika tidak segera mendapatkan intervensi medis berupa bantuan oksigen tambahan atau pembebasan jalan napas, penderita akan mengalami penurunan kesadaran, kejang, hingga berhentinya denyut jantung secara total.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Yai Mim Apa Itu Asfiksia Imam Muslimin