Hadapi El Nino, Legislator Wanti-wanti Pemerintah Jangan Asal Tumpuk Stok Beras

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 13/04/2026 15:59 WIB


Ia mengingatkan, kebijakan penumpukan stok sebagai antisipasi fenomena El Nino perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pasalnya, jika distribusi tidak berjalan optimal, potensi kerusakan komoditas akan semakin besar. Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo (Foto: dpr)

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda pada 2026, khususnya terhadap pengelolaan stok pangan nasional.

Menurut dia, langkah pemerintah dalam memperkuat cadangan beras nasional memang penting. Namun demikian, ia menekankan bahwa beras memiliki keterbatasan daya tahan simpan, sehingga memerlukan pengelolaan yang cermat.

“Beras tidak bisa disimpan terlalu lama di gudang. Dalam kurun tiga sampai empat bulan, kualitasnya bisa menurun bahkan berisiko rusak,” kata Firman, Senin (13/4).

Ia mengingatkan, kebijakan penumpukan stok sebagai antisipasi fenomena El Nino perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pasalnya, jika distribusi tidak berjalan optimal, potensi kerusakan komoditas akan semakin besar.

Baca juga :
IMF dan Bank Dunia Peringatkan Dampak Krisis dari Selat Hormuz

Menurut Firman, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kerugian negara, terutama bagi Perum Bulog sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan cadangan beras pemerintah.

Baca juga :
Legislator PKB Usul Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Diterapkan Bertahap

“Kalau tidak dikelola dengan baik dan terjadi kerusakan, tentu Bulog yang akan menanggung kerugian. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Politikus Golkar tersebut.

Sebagai langkah antisipatif, Anggota Baleg DPR RI ini mendorong pengembangan padi gogo atau padi lahan kering yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi minim air saat musim kemarau.

Baca juga :
Registrasi SIM HP Pakai Biometrik Wajah Wajib Mulai 1 Juli 2026

Firman mengungkapkan, inisiatif tersebut telah mulai dikembangkan oleh kalangan akademisi dari Institut Pertanian Bogor di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai proyek percontohan.

Menurutnya, pengembangan varietas padi yang tahan kekeringan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

Ia pun menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan cadangan pangan dan kelancaran distribusi. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional tetap terjaga tanpa menimbulkan risiko kerugian akibat penurunan kualitas stok. 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Firman Soebagyo Kebijakan Penumpukan Stok Beras El Nino