Menkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,7 Persen, Ini Alasannya

Budi Wiryawan | Sabtu, 21/03/2026 23:59 WIB


Menkeu menaruh angka optimistis lantaran meyakini dampak gejolak global belum terasa pada perekonomian domestik Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA - Selama Ramadhan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin jika daya beli masyarakat terjaga. Olehnya, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mampu mencapai 5,7 persen.

“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” kata Purbaya di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Angka proyeksi itu relatif baik mengingat perekonomian global saat ini yang terdampak dinamika konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menkeu menaruh angka optimistis lantaran meyakini dampak gejolak global belum terasa pada perekonomian domestik.

Baca juga :
Mengapa Hari Keterampilan Pemuda Sedunia Diperingati Setiap 15 Juli?

Menurut dia, ekonomi dalam negeri tetap terjaga berkat berbagai langkah mitigasi yang diambil oleh pemerintah.

Baca juga :
Trump Ancam Terus Serang Iran jika Ogah Berunding

“Dampak global ke sini masih belum terasa karena di-absorb oleh pemerintah. Jadi, kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal dalam keadaan sekarang. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” ujarnya.

Bendahara negara pun tetap optimistis terhadap prospek ekonomi setelah Idul Fitri.

Baca juga :
Berbagai Amalan Usai Sholat Dhuha agar Rezeki Lancar

Perekonomian nasional, kata dia, bisa jadi melambat bila ketegangan geopolitik terus tereskalasi. Namun, Purbaya menyatakan bakal terus perkuat permintaan dalam negeri agar ekonomi domestik tetap terjaga.(ant)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pertumbuhan Ekonomi