Selat Hormuz Ditutup, Jepang dan AS Jalin Kerja Sama Ketahanan Energi

Vaza Diva | Minggu, 15/03/2026 05:22 WIB


Krisis di Timur Tengah yang mengakibatkan terhentinya pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz memicu langkah cepat dari Jepang dan AS. Arsip - Pemandangan udara pantai-pantai Iran dan pulau Qeshm di selat Hormuz, 10 Desember 2023 (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Krisis di Timur Tengah yang mengakibatkan terhentinya pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz memicu langkah cepat dari Jepang dan Amerika Serikat.

Para pejabat tinggi kedua negara bertemu di Tokyo pada Sabtu ( 14/3) untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas energi kawasan di tengah meningkatnya ketegangan global.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum.

Pertemuan ini berlangsung di sela-sela forum keamanan energi yang melibatkan delegasi dari belasan negara, baik dari sektor pemerintahan maupun pelaku usaha.

Baca juga :
Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pendidikan Inklusif, Ribuan Guru Berkesempatan Ikut

Dalam pembukaan sesi yang terbuka bagi media, Akazawa menyampaikan harapannya agar kolaborasi dua hari ini dapat memperkuat ketahanan kawasan.

Baca juga :
Menko PM Dorong Koperasi Jadi Motor Utama Swasembada Pangan

Beliau menyatakan, "akan menjadi langkah pertama dari kerja sama keamanan energi baru di Indo-Pasifik."

Akazawa juga menyoroti kerentanan jalur pelayaran sempit di Timur Tengah yang menjadi urat nadi pasokan energi ke Asia.

Baca juga :
Kemendikdasmen Revitalisasi SDN Tando NTT, Targetkan Rampung 2026

Ia menegaskan perlunya perencanaan infrastruktur energi untuk jangka menengah hingga panjang guna mengantisipasi krisis serupa di masa depan.

Menurutnya, ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel yang berkecamuk, telah menjadi pengingat nyata akan bahaya ketergantungan berlebih pada satu wilayah atau teknologi tertentu.

Di sisi lain, Doug Burgum yang juga mengepalai Dewan Dominasi Energi Nasional AS, memberikan perhatian khusus pada sektor mineral kritis.

Ia berkomitmen untuk menjamin keamanan pasokan di bidang tersebut, selain fokus pada kebutuhan listrik dan bahan bakar cair.

Burgum memandang adanya peluang investasi besar untuk memperkuat kedaulatan mineral kedua negara.

Mereka memproyeksikan sejumlah kesepakatan bisnis strategis akan segera disahkan sebelum penutupan Forum Menteri dan Bisnis Keamanan Energi Indo-Pasifik pada hari Minggu esok.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Konflik Timur Tengah minyak dan gas Selat Hormuz Amerika Serikat Negara Jepang