Kemenhaj Imbau Petugas Haji Bijak Bermedia Sosial

M. Habib Saifullah | Sabtu, 17/01/2026 05:05 WIB


Kemenhaj mengimbau kepada para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 untuk bijak dalam bermedia sosial saat menjalankan tugas di Tanah Suci nanti Jamaah haji sedang berthowaf di depan Kabah, di Masjidil Haram, Mekkah. (foto:Kementerian Agama/ist)

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau kepada para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 untuk bijak dalam bermedia sosial saat menjalankan tugas di Tanah Suci nanti.

Hal itu menyusul evaluasi dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya di mana banyak kegaduhan di tanah air yang justru dipicu oleh unggahan foto atau video yang tidak lengkap konteksnya.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyebutkan adanya unggahan foto yang memperlihatkan jamaah haji duduk-duduk di depan hotel. Tanpa keterangan yang jelas, foto tersebut kemudian viral dan dinarasikan seolah-olah jamaah haji Indonesia terlantar dan tidak mendapatkan akomodasi.

"Misalnya tadi saya sampaikan, ada postingan berbicara tentang jamaah di depan hotel yang justru tanpa konteks dipersepsikan dan dinarasikan bahwa jamaah terlantar. Padahal, faktanya tidak demikian," ujar Ichsan dikutip dari Antara, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga :
Legislator NasDem Soroti Dugaan Jaksa Cari-cari Kasus Demi Target Kinerja

Konten-konten "mentah" seperti ini, menurut dia, berbahaya karena langsung diekspose ke publik tanpa verifikasi, sehingga menimbulkan kepanikan keluarga jamaah di Indonesia dan kegaduhan yang tidak perlu.

Baca juga :
Legislator PKB Dorong Pemerintah Buka Jalur Penyeberangan Baru ke Bali

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa petugas haji harus mampu memilah mana konten yang layak publikasi dan mana yang berpotensi menimbulkan salah paham.

"Kenapa kami tekankan ini? Karena apa yang di-posting ataupun diunggah oleh para petugas maupun jamaah akan berbanding lurus dengan wajah kita di Tanah Suci," kata dia.

Baca juga :
Legislator PDIP Desak Pemerintah Percepat Satu Data Korban Pelanggaran HAM Berat

Dia mengingatkan bahwa media sosial kini menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji. Suatu isu kecil bisa teramplifikasi menjadi masalah nasional hanya karena sebuah unggahan yang kurang bijak.

Kemenhaj menuntut para petugas untuk tidak hanya melayani, tetapi juga melindungi psikologis keluarga jamaah di Tanah Air dengan tidak menyebarkan informasi yang membingungkan.

Petugas haji diharapkan mampu menjadi filter informasi. Jika menemukan kejadian di lapangan, petugas diminta untuk melakukan kroscek dan penanganan terlebih dahulu, bukan memviralkan.

Dengan demikian, narasi yang terbangun tentang haji Indonesia adalah narasi yang positif, konstruktif, dan sesuai dengan fakta di lapangan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementerian Haji Petugas Haji Media Sosial