Shalat Jalan, Maksiat Tetap Dilakukan

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 14/01/2026 15:05 WIB


Banyak orang rajin shalat namun masih terjerumus maksiat. Apakah shalatnya sia-sia? Ini penjelasan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadits Ilustrasi foto Shalat setelah maksiat

Jakarta - Dalam Islam, shalat merupakan tiang agama dan ibadah utama yang seharusnya membentuk akhlak serta perilaku seorang Muslim. Allah SWT menegaskan bahwa shalat memiliki fungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Firman Allah: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45). Namun pada realitasnya, ada orang yang tetap shalat tetapi masih melakukan maksiat. Hal ini menunjukkan bahwa shalatnya belum dilaksanakan dengan kekhusyukan dan penghayatan yang sempurna.

Rasulullah SAW  juga memberikan peringatan keras tentang shalat yang tidak berdampak pada perilaku. Beliau bersabda: “Barang siapa shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka shalat itu tidak menambah baginya kecuali semakin jauh dari Allah.” (HR. Thabrani, dengan makna diperkuat oleh para ulama).

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat yang dilakukan secara lahiriah saja, tanpa menghadirkan hati dan rasa takut kepada Allah SWT, tidak akan memberi pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga :
Triwulan IV 2025, ULN Swasta Turun jadi US$ 192,8 Miliar

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa shalat orang yang masih bermaksiat tetap sah dan wajib dikerjakan, selama memenuhi rukun dan syarat. Maksiat yang dilakukan tidak otomatis membatalkan shalat, namun menjadi tanda lemahnya iman dan kurangnya penghayatan terhadap ibadah tersebut.

Baca juga :
Triwulan IV, ULN Pemerintah Naik jadi US$ 214,3 Miliar

Allah SWT berfirman: “Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu.” (QS. Maryam: 59). Ayat ini menunjukkan keterkaitan erat antara kualitas shalat dan perilaku seseorang.

Islam tidak mengajarkan untuk meninggalkan shalat karena merasa diri penuh dosa. Justru shalat harus dijadikan sarana taubat dan perbaikan diri. Rasulullah SAW bersabda: “Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya.” (HR. Tirmidzi).

Baca juga :
Emas Antam Naik jadi Rp2,91 Juta per Gram

Maka, shalat yang terus dijaga, disertai taubat yang sungguh-sungguh dan usaha meninggalkan maksiat, insyaAllah akan menjadi jalan hidayah dan perubahan menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah SWT.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
shalat tapi maksiat hukum shalat pelaku maksiat