Paha Ayam vs Dada Ayam, Mana yang Lebih Sehat?

Vaza Diva | Senin, 03/11/2025 15:45 WIB


Daging ayam menjadi salah satu sumber protein hewani paling populer di seluruh dunia Ilustrasi - daging ayam potong di pasar (Foto: Ig Kemendag)

JAKARTA - Daging ayam menjadi salah satu sumber protein hewani paling populer di dunia. Namun, perdebatan klasik antara penggemar dada ayam dan paha ayam masih terus berlanjut: mana yang sebenarnya lebih sehat untuk dikonsumsi?

Dada ayam dikenal sebagai bagian yang paling rendah lemak dan tinggi protein. Dalam 100 gram dada ayam tanpa kulit, terdapat sekitar 165 kalori dan 31 gram protein dengan hanya 3,6 gram lemak.

Karena itu, bagian ini sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang diet atau membentuk otot. Teksturnya yang kering dan ringan membuatnya cocok diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau ditumis tanpa minyak berlebih.

Di sisi lain, paha ayam memiliki cita rasa yang lebih gurih dan juicy karena kandungan lemaknya lebih tinggi. Dalam porsi yang sama, paha ayam mengandung sekitar 209 kalori, 26 gram protein, dan 10,9 gram lemak.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

Meskipun lebih berlemak, bagian ini kaya zat besi, seng, dan vitamin B kompleks yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh serta metabolisme energi.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Ahli gizi menyebutkan bahwa tidak ada bagian ayam yang benar-benar lebih buruk, semuanya tergantung pada kebutuhan tubuh dan gaya hidup seseorang.

Bagi atlet atau mereka yang sedang menurunkan berat badan, dada ayam bisa menjadi pilihan ideal karena kandungan proteinnya tinggi dan rendah kalori.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Namun, bagi anak-anak, lansia, atDaging ayam menjadi salah satu sumber protein hewani paling populer di seluruh duniaau mereka yang memerlukan tambahan energi dan nutrisi, paha ayam bisa memberikan manfaat yang lebih seimbang.

Selain itu, cara memasak juga memegang peranan besar dalam menentukan nilai gizinya. Menggoreng dengan minyak berlebih dapat meningkatkan kadar lemak jenuh, sedangkan memanggang atau merebus membantu menjaga nutrisi tanpa menambah kalori.

Kesimpulannya, baik dada maupun paha ayam memiliki keunggulan masing-masing. Dada ayam unggul untuk diet rendah lemak, sementara paha ayam menawarkan rasa yang lebih kaya dan nutrisi tambahan. Kunci utamanya adalah menyesuaikan konsumsi dengan kebutuhan tubuh dan mengolahnya secara sehat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Paha Ayam Dada Ayam Tips Kesehatan Protein hewani