Studi: Ekstrak Kakao Bisa Perpanjang Umur

Vaza Diva | Jum'at, 19/09/2025 09:05 WIB


Ilustrasi - ekstrak kakao (Foto: Courtesy Image)

JAKARTA - Studi terbaru mengungkapkan bahwa suplemen ekstrak kakao dapat memperpanjang usia dengan cara mengurangi peradangan yang mempercepat proses penuaan.

Dikutip dari New York Post, pada Jumat (19/9), penulis studi Dr. Howard Sesso menekankan bahwa penelitian ini menyoroti manfaat makanan nabati bagi kesehatan jantung, termasuk produk kakao yang kaya flavanol.

“Hal ini memperkuat pentingnya pola makan nabati yang beragam dan berwarna-warni, terutama dalam konteks peradangan,” kata Sesso.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa ekstrak kakao mampu menurunkan penanda inflamasi dalam tubuh. Flavanol yang tinggi dalam kakao bersifat antioksidan, membantu mengurangi peradangan, mencegah pembekuan darah, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Uji coba jangka panjang COSMOS dilakukan di Rumah Sakit Brigham, meneliti efek ekstrak kakao terhadap kesehatan jantung serta peradangan kronis tingkat rendah yang mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

“Kami menyadari pentingnya tumpang tindih antara penuaan yang sehat dan kesehatan kardiovaskular, di mana peradangan terkait penuaan dapat mengeraskan arteri dan menyebabkan penyakit kardiovaskular," kata Sesso, Direktur Asosiasi Divisi Pengobatan Pencegahan di Rumah Sakit Brigham and Women`s.

Sesso dan tim menganalisis sampel darah dari 598 peserta COSMOS berusia 60 tahun ke atas yang mengonsumsi suplemen ekstrak kakao selama dua tahun.

Baca juga :
Ini Berbagai Nasihat dari Rasulullah SAW untuk Para Wanita Muslim

Mereka melacak perubahan biomarker peradangan, termasuk tiga protein pro-inflamasi, satu protein anti-inflamasi, dan satu protein perantara kekebalan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar satu protein pro-inflamasi yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung menurun hingga 8,4 persen per tahun pada peserta yang mengonsumsi suplemen kakao dibandingkan kelompok plasebo. Ini memungkinkan pengonsumsi ekstrak kakao memiliki risiko 27 persen lebih rendah meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

“Menariknya, kami juga mengamati peningkatan interferon-γ, sitokin yang berhubungan dengan imun, yang membuka pertanyaan baru untuk penelitian di masa mendatang,” kata Dr. Yanbin Dong, penulis senior studi.

Dong menambahkan, meskipun ekstrak kakao bukan pengganti gaya hidup sehat, hasil ini menggembirakan dan menekankan potensi kakao dalam memodulasi peradangan seiring bertambahnya usia. (*)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Suplemen panjang umur ekstrak kakao Kesehatan