Inilah Lima Puasa di Bulan Rabiul Awal

Vaza Diva | Jum'at, 05/09/2025 18:50 WIB


Beberapa jenis puasa sunnah yang bisa diamalkan sepanjang bulan Rabiul Awal demi meraih pahala dan kedekatan kepada Allah SWT Ilustrasi - bulan Rabiul Awal dan tiga peristiwa penting (Foto: tribunnews)

JAKARTA - Rabiul Awal 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 25 Agustus menurut data dari kalender Kementerian Agama RI Kemenag). Bulan ini dikenal sebagai bulan Maulid, karena menjadi saat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang penuh makna dan keberkahan.

Tidak hanya diisi dengan lantunan shalawat dan majelis ilmu untuk mengenang perjuangan Rasulullah, bulan istimewa ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya berpuasa.

Sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah literatur fikih, termasuk karya M. Hasyim Ritonga berjudul Fiqih Puasa (2024), terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang bisa diamalkan sepanjang bulan Rabiul Awal demi meraih pahala dan kedekatan kepada Allah SWT.

1. Puasa Ayyamul Bidh

Baca juga :
6 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin C yang Jarang Disadari

Dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Pahalanya disebut setara dengan berpuasa setahun penuh.

Baca juga :
Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

2. Puasa Senin-Kamis 

Rutinitas yang sangat dianjurkan karena mengikuti amalan Rasulullah SAW.

Baca juga :
DPR Minta Kemenhut Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten

3. Puasa Daud 

Puasa sehari dan berbuka sehari, yang menurut hadits merupakan puasa terbaik.

4. Puasa 6 Hari di Awal Bulan 

Sebagian ulama menganjurkannya sebagai bentuk penghormatan bulan kelahiran Nabi.

5. Puasa 12 Rabiul Awal 

Dilakukan sebagian umat Islam pada hari Maulid Nabi, meski ada perbedaan pandangan di kalangan ulama.

Kementerian Agama RI menetapkan bahwa awal bulan Rabiul Awal 1447 H jatuh pada 25 Agustus 2025. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh bisa dilakukan pada:

Sabtu, 6 September 2025 (13 Rabiul Awal 1447 H)

Minggu, 7 September 2025 (14 Rabiul Awal 1447 H)

Senin, 8 September 2025 (15 Rabiul Awal 1447 H)

Keutamaan Puasa di Bulan Maulid

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan sebagaimana puasa sunnah lainnya: diawali dengan niat di malam hari atau saat sahur, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak subuh hingga maghrib, lalu berbuka tepat waktu.

Selama berpuasa, dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur`an, serta memperbanyak shalawat di bulan kelahiran Rasulullah SAW.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info Keislaman Rabiul Awal Puasa Sunnah