Bukan Penyerang, Kiper Ini Raih Gelar Scudetto Terbanyak

Vaza Diva | Senin, 07/07/2025 16:55 WIB


Ternyata pemilik gelar terbanyak liga Italia bukan striker, melainkan Kiper Legenda Kiper Italia, Gianluigi Buffon (kiri) yang memiliki gelar Scudetto terbanyak sepanjang sejarah (Foto: REUTERS)

Jakarta, Katakini.com - Selama puluhan tahun, lapangan hijau Serie A telah menjadi saksi bisu kehebatan para pesepak bola legendaris.

Namun, di antara nama-nama besar yang pernah menghiasi kompetisi kasta tertinggi Italia, satu sosok berdiri tegak dengan rekor gelar Scudetto terbanyak sepanjang masa, yaitu Gianluigi Buffon.

Bukan seorang striker tajam atau gelandang kreatif, melainkan seorang penjaga gawang yang ketangguhannya tak lekang oleh waktu.

Mantan kiper ikonik Juventus dan Parma ini menutup tirai kariernya pada tahun 2023 dengan torehan monumental 10 gelar Serie A. Pencapaian luar biasa ini menempatkan Buffon di puncak daftar pemain dengan koleksi Scudetto terbanyak sepanjang sejarah liga.

Baca juga :
Trump Ancam Terus Serang Iran jika Ogah Berunding

Ia melampaui nama-nama seperti Giorgio Chiellini, Giovanni Ferrari, dan Giuseppe Furino. Yang lebih mengesankan, Buffon mengumpulkan trofi-trofi ini dalam rentang waktu yang sangat panjang, mencakup periode awal 2000-an hingga dekade 2020-an.

Baca juga :
Berbagai Amalan Usai Sholat Dhuha agar Rezeki Lancar

Debut gelar Buffon datang bersama Juventus pada musim 2001-2002, hanya setahun setelah kepindahannya yang memecahkan rekor transfer kiper dari Parma.

Gelar kedua menyusul di musim berikutnya, sebelum dua gelar lainnya dicabut akibat skandal Calciopoli. Namun, Buffon menjadi pilar kebangkitan Juventus pasca-badai tersebut.

Baca juga :
Erling Haaland Pulang ke Norwegia Bawa Seekor Rakun

Ia sukses memimpin tim meraih tujuh gelar berturut-turut dari musim 2011–2012 hingga 2017–2018, dan menambah satu lagi saat kembali ke Juventus pada musim 2019–2020.

Buffon lebih dari sekadar penjaga gawang, ia adalah simbol kejayaan Juventus. Konsistensinya di bawah mistar dan kepemimpinannya di ruang ganti membawa stabilitas yang krusial, bahkan saat usianya mendekati 40 tahun.

Performanya yang prima tetap diandalkan dalam laga-laga penentu, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Dengan lebih dari 650 penampilan di Serie A, Buffon juga menempati posisi teratas dalam daftar pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak di liga.

Meskipun trofi Liga Champions selalu luput dari genggamannya, status legenda tak terbantahkan Buffon, terutama di kancah domestik, tak perlu diragukan.

Sebagai perbandingan, rekan setimnya, Giorgio Chiellini, berada di posisi kedua dengan sembilan gelar Serie A, juga semua bersama Juventus. Sementara itu, Giovanni Ferrari dan Giuseppe Furino, dua ikon dari era klasik, berbagi tempat ketiga dengan delapan gelar.

Prestasi Buffon menegaskan betapa krusialnya peran seorang penjaga gawang dalam membangun dinasti juara. Ia membuktikan bahwa konsistensi dan kepemimpinan di lini pertahanan bisa menjadi fondasi utama kesuksesan sebuah tim dalam jangka panjang.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gianluigi Buffon Scudetto Liga Italia