Dari Sunda Kelapa ke Jakarta, Inilah Deretan Nama Sang Ibu Kota

M. Habib Saifullah | Minggu, 22/06/2025 05:05 WIB


Jakarta, kota metropolitan yang kini menjadi jantung pemerintahan dan ekonomi Indonesia, memiliki sejarah panjang yang terekam melalui perubahan namanya dari masa ke masa Kawasan Monumen Nasional di Jakarta (Foto: tirto.id)

Jakarta, Katakini.com - Jakarta, kota metropolitan yang kini menjadi jantung pemerintahan dan ekonomi Indonesia, memiliki sejarah panjang yang terekam melalui perubahan namanya dari masa ke masa.

Dari sebuah pelabuhan kecil di pesisir utara Jawa hingga menjadi megapolitan yang dihuni lebih dari 10 juta jiwa, nama Jakarta menjadi saksi sejarah negeri ini.

Nama awal wilayah ini ialah Sunda Kelapa, sebuah pelabuhan penting dari Kerajaan Sunda yang tercatat sudah ramai sejak abad ke-12. Letaknya strategis di muara Sungai Ciliwung menjadikannya titik temu perdagangan antara pedagang lokal, India, Tiongkok, Arab, hingga Eropa.

Sunda Kelapa menjadi pintu gerbang emas bagi rempah-rempah dan hasil bumi dari wilayah Nusantara bagian barat.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Perubahan besar terjadi pada 22 Juni 1527 ketika pasukan Fatahillah dari Kesultanan Demak berhasil merebut pelabuhan ini dari kekuasaan Portugis. Untuk menandai kemenangan tersebut, nama Jayakarta diberikan, yang berarti "kota kemenangan".

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Inilah awal dari identitas Islam dan Nusantara yang melekat kuat pada wilayah ini. Tanggal 22 Juni pun kini diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Jakarta, merujuk pada penaklukan Jayakarta tersebut.

Pada awal abad ke-17, VOC Belanda masuk dan menjadikan Jayakarta sebagai basis kekuasaan. Tahun 1619, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen mengganti nama kota menjadi Batavia, sebagai simbol dominasi Belanda dan referensi ke suku Batavi di Eropa yang mereka anggap leluhur.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Nama Batavia bertahan cukup lama dan menjadi pusat kekuasaan kolonial Hindia Belanda hingga awal abad ke-20.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada Perang Dunia II, nama Batavia dianggap simbol kolonialisme. Pada masa pendudukan tersebut, tepatnya tahun 1942, nama kota ini diganti menjadi Jakarta Tokubetsu Shi, yang berarti "Kota Istimewa Jakarta".

Sejak saat itu, nama "Jakarta" mulai digunakan secara resmi dalam dokumen pemerintahan dan terus bertahan hingga Indonesia merdeka.

Setelah Proklamasi 1945, nama Jakarta tetap digunakan sebagai nama resmi ibu kota negara, kini dikenal sebagai Jakarta, Daerah Khusus Ibukota (DKI Jakarta).

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sejarah Penamaan Jakarta HUT DKI Jakarta Sunda Kelapa