Inginkan Dialog, Korsel Tangguhkan Pengeras Suara yang Diarahkan ke Korut

Yati Maulana | Jum'at, 13/06/2025 18:05 WIB


Inginkan Dialog, Korsel Tangguhkan Pengeras Suara yang Diarahkan ke Korut Tentara Korea Selatan bekerja pada pengeras suara yang disiapkan untuk siaran propaganda dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan, 9 Juni 2024. Selebaran via REUTERS

SEOUL - Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menangguhkan siaran pengeras suara di dekat perbatasan yang menargetkan Korea Utara. Hal ini hampir setahun setelah melanjutkan propaganda dan ledakan K-pop selama masa meningkatnya ketegangan dengan tetangganya.

Langkah tersebut menepati janji Presiden Lee Jae-myung, yang menjabat bulan ini dan berjanji untuk melanjutkan dialog dengan Korea Utara, menangguhkan siaran pengeras suara, dan memulihkan pakta militer yang ditangguhkan dengan Pyongyang.

Lee memerintahkan tindakan pencegahan untuk meredakan ketegangan, mengurangi konfrontasi militer, dan membangun kepercayaan, kata juru bicaranya, Kang Yu-jung, dalam sebuah pengarahan, karena Korea Utara telah menahan diri dari provokasi akhir-akhir ini.

"Sekarang giliran Korea Utara untuk menanggapi," kata anggota parlemen partai berkuasa Kim Byung-joo dalam sebuah pernyataan. "Tolong hentikan penyiaran kegaduhan di Selatan."

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Mereka yang tinggal di dekat perbatasan yang dijaga ketat menentang siaran pengeras suara, yang mereka salahkan atas gangguan kebisingan yang parah.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Dimulainya kembali kampanye siaran pengeras suara sepanjang waktu oleh Seoul pada Juli lalu adalah sebagai tanggapan atas peluncuran balon Pyongyang yang membawa sampah melintasi perbatasan, kata militer Korea Selatan saat itu.

Pyongyang mengatakan balon-balon itu merupakan balasan atas kampanye propaganda oleh para pembelot dan aktivis Korea Utara di Selatan yang secara rutin mengirim balon tiup berisi selebaran anti-Pyongyang dan barang-barang lainnya melintasi perbatasan.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Kedua Korea secara teknis masih berperang sejak gencatan senjata mengakhiri pertempuran dalam Perang Korea tahun 1950 hingga 1953.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Korsel Korut Propaganda Perbatasan Upayakan Dialog