Berbagai Tradisi Khas Masyarakat Indonesia pada Bulan Syawal

M. Habib Saifullah | Selasa, 08/04/2025 21:05 WIB


Bulan Syawal merupakan momen penuh suka cita bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan Ilustrasi pelaksanaan Grebeg Syawal yang digelar di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Foto: Kemenpanrb)

Katakini.com - Bulan Syawal merupakan momen penuh suka cita bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Di Indonesia, perayaan bulan Syawal tak hanya berhenti pada Hari Raya Idulfitri.

Di berbagai daerah, masyarakat masih melanjutkan euforia Syawal dengan berbagai tradisi unik yang sudah mengakar dalam budaya lokal.

Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut dan memaknai bulan Syawal. Mulai dari ritual keagamaan, kegiatan sosial, hingga pertunjukan budaya digelar sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan.

Berikut ini lima tradisi khas masyarakat Indonesia yang diselenggarakan pada bulan Syawal:

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

1. Lebaran Topat – Lombok, Nusa Tenggara Barat

Lebaran Topat (Ketupat) merupakan tradisi khas masyarakat Sasak di Lombok yang digelar seminggu setelah Idulfitri, tepatnya pada 8 Syawal. Tradisi ini merupakan perayaan bagi mereka yang menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Warga akan membawa ketupat, lauk-pauk, dan berbagai makanan ke tempat-tempat ziarah atau pantai, lalu makan bersama sambil berdoa dan bersilaturahmi.

2. Barong Ider Bumi – Banyuwangi, Jawa Timur

Tradisi Barong Ider Bumi berasal dari Desa Kemiren, Banyuwangi, yang merupakan kampung suku Osing. Dilaksanakan setiap 2 Syawal, tradisi ini berupa arak-arakan barong yang diiringi oleh masyarakat keliling desa.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Tujuannya adalah menolak bala, membersihkan bumi dari energi negatif, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan.

3. Ter-ater – Madura, Jawa Timur

Di Madura, terutama di Kabupaten Sampang dan sekitarnya, terdapat tradisi ter-ater atau saling mengirim makanan antar tetangga setelah Hari Raya Idulfitri. Makanan yang dikirim biasanya berupa lontong, ketupat, opor ayam, dan kue tradisional. Ramadan.

4. Sesaji Rewanda – Jawa Tengah

Tradisi Sesaji Rewanda digelar di kawasan Taman Margasatwa Gembira Loka, Yogyakarta dan juga dikenal di wilayah lain di Jawa Tengah. Masyarakat memberikan sesajen berupa aneka buah dan makanan kepada kawanan kera atau hewan liar sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki.

5. Grebeg Syawal – Cirebon, Jawa Barat

Grebeg Syawal adalah tradisi yang dilaksanakan oleh Kesultanan Cirebon setiap 1 Syawal. Dalam perayaan ini, masyarakat berkumpul di sekitar keraton untuk menyaksikan prosesi pembagian nasi tumpeng atau gunungan hasil bumi.

Gunungan tersebut diarak dari keraton menuju masjid agung dan dibagikan kepada warga. Tradisi ini menjadi simbol syukur atas nikmat Ramadan dan Syawal, sekaligus menjadi bentuk penghormatan antara pemimpin dan rakyat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Tradisi Unik Syawal Nusantara