Badan Perdagangan PBB Sebut Rekonstruksi Gaza Pascaperang Capai $20 Miliar

| Sabtu, 17/02/2024 16:05 WIB


Badan Perdagangan PBB Sebut Rekonstruksi Gaza Pascaperang Capai $20 Miliar Asap mengepul selama operasi darat Israel di Khan Younis, seperti terlihat dari tenda yang menampung pengungsi Palestina di Rafah, di selatan Jalur Gaza 11 Februari 2024. Foto: Reuters

JENEWA - Gaza memerlukan "Rencana Marshall" baru untuk pulih dari konflik antara Israel dan Hamas, kata seorang pejabat badan perdagangan PBB, seraya menambahkan bahwa kerugian akibat konflik sejauh ini berjumlah sekitar $20 miliar atau Sekitar Rp 313 triliun.

Berbicara di sela-sela pertemuan PBB di Jenewa, Richard Kozul-Wright, direktur badan perdagangan UNCTAD, mengatakan kerusakan yang terjadi sudah empat kali lipat dibandingkan yang dialami di Gaza selama perang tujuh minggu pada tahun 2014.

“Kita membicarakan sekitar $20 miliar jika hal ini dihentikan sekarang,” katanya.

Kozul-Wright mengatakan perkiraan tersebut didasarkan pada citra satelit dan informasi lainnya dan perkiraan yang lebih tepat memerlukan peneliti untuk memasuki Gaza.

Baca juga :
Prancis Serukan Koalisi Maritim Eropa-Indo Pasifik untuk Keamanan Laut

Rekonstruksi ini memerlukan “Rencana Marshall” yang baru, katanya, mengacu pada rencana AS untuk pemulihan ekonomi Eropa setelah Perang Dunia Kedua.

Baca juga :
Pezeskhian: Iran Siap Akhiri Perang Lewat Dialog

UNCTAD telah mengatakan dalam sebuah laporan bulan lalu bahwa diperlukan waktu hingga tahun-tahun terakhir abad ini bagi perekonomian Gaza untuk kembali pulih seperti sebelum konflik jika permusuhan di wilayah kantong Palestina segera dihentikan.

Baca juga :
Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Israel Palestina Rekonstruksi Gaza Pasca Perang