• Oase

Perumpamaan Rumah Sang Penghasil Benang

| Selasa, 16/05/2023 09:30 WIB
Perumpamaan Rumah Sang Penghasil Benang Ilustrasi sarang laba-laba (foto:bincangsyariah)

Jakarta - Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan beragam mahluknya dengan berbagai keunikan. Untuk mengisi waktu, alangkah baiknya kita merenungi berbagai ciptaan-Nya. Guna meningkatkan iman dan takwa melalui perenungan terhadap serangga ini.

Laba-laba adalah serangga yang mempunyai delapan kaki. Dia dapat menghasilkan benang dari tubuhnya. Kemudian, benang tersebut dibuat menjadi sarangnya yang berbentuk jaring.

Sarang laba-laba ini digunakan untuk membuat perangkap bagi serangga lainnya yang akan dijadikan mangsanya. Diantara mangsa laba-aba adalah nyamuk dan serangga kecil lainnya. Namun, kehadiran sarang laba-laba, sering menimbulkan kesan sebagai rumah tidak terurus. Bahkan, sebagian orang mengaitkannya dengan beragam mitos.

Mahluk Allah ﷻ yang dikenal selalu membuat sarang di berbagai sudut tembok rumah ini memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan, Al-Qur’an mencantumkan namanya sebagai surah (ke-29) Al-Ankabut.

Allah ﷻ berfirman dalam surah (ke-29) Al-Ankabut ayat 41,”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.”

Para ahli menjelaskan, bahwa sarang laba-laba tidak mampu menjadi pelindung dari cuaca panas maupun dingin. Demikian juga tidak dapat melindungi dari terpaan angin maupun hujan. Bukan hanya itu saja, sentuhan satu jari manusia pun sudah dapat merusak sarangnya.

Lebih lanjut, berdasarkan penelitian ilmiah terungkap bahwa yang membuat sarang adalah laba-laba betina. Kemudian, sang betina ini berusaha menarik perhatian laba-laba jantan di depan sarangnya agar mendekatinya. Maka sang jantan pun telah berada di sarang dan mengawini laba-laba betina.

Selanjutnya, adalah hal yang dapat mengakibatkan kita terperangah. Sang betina itu akan menguasai si jantan, lalu menangkap dan memangsanya. Tidak hanya berakhir di sini, Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan sehingga dapat saling memusnahkan.

Rumah laba-laba bukan tempat yang aman, apa pun yang berlindung di sana akan sia-sia. Terbuktilah bahwa sarang laba-laba menjadi rumah paling lemah, rapuh dan berbahaya.

Kenyataan ini sebagai perumpamaan untuk orang-orang yang menjadikan sesembahan selain Allah ﷻ. Mereka mengharapkan pertolongan dari sembahan-sembahan itu. Meminta rezeki dan bergantung pada ilah-ilah itu di saat mengalami kesulitan.

Perbuatan mereka itu sia-sia, bahkan membahayakan diri sendiri. Perumpamaannya seperti sarang laba-laba dalam keadaan kelemahan dan kerapuhannya. Para sesembahan itu tidak berkuasa apapun.

Seandainya para pelaku kufur itu mengetahui hakikat yang sebenarnya, niscaya mereka tidak akan mau menyembah selain kepada Allah ﷻ semata. Ini tentu saja berbeda dengan seorang muslim yang hatinya beriman kepada Allah ﷻ dan senantiasa beramal salih. Al-Qur’an dan sunah menjadi panduan hidupnya. Seorang muslim juga berusaha untuk tetap dapat istiqomah di atas jalan yang haq.

Semoga Allah ﷻ senantiasa memberi hidayah agar kita mampu memahami hakikat perumpamaan tersebut dan mengamalkannya. (Kontributor : Dicky Dewata)