Ilustrasi - rudal balistik milik Iran (Foto: kompas)
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan telah menargetkan pangkalan udara AS di Kuwait, sebagai balasan atas serangan udara yang dilancarkan Washington di dekat Bandara Bandar Abbas, Iran selatan.
Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, IRGC mengatakan serangan balasan itu terjadi pada pukul 04.50 pagi waktu setempat (08.20 WIB), beberapa jam setelah apa yang mereka sebut sebagai serangan AS di titik dekat bandara kota pelabuhan, menggunakan proyektil udara.
"Tanggapan ini adalah peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan begitu saja, dan jika diulangi, respons kami akan lebih tegas," kata IRGC, Kamis (27/5).
Sejauh ini, belum diperoleh tanggapan langsung dari pihak militer AS.
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan AS menembak jatuh empat drone Iran yang menimbulkan ancaman di dekat Selat Hormuz serta menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang sedang bersiap untuk meluncurkan drone kelima.
"Tindakan-tindakan ini terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata," kata pejabat yang meminta namanya dirahasiakan.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) awal pekan ini mengkonfirmasi serangkaian serangan sebelumnya di Iran selatan yang menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga mencoba memasang ranjau.
Iran mengutuk serangan tersebut sebagai "pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.”
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengaku “tidak puas” dengan perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang Washington dan Teheran.
Ketegangan di Timur Tengah memuncak pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang mendorong Teheran untuk membalas dengan rentetan drone dan rudal yang menghantam target di seluruh kawasan serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bersifat lebih permanen.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu