Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan wilayah di kota Nabatieh, Lebanon selatan, pada 11 April 2026 (Foto: Abbas Fakih/AFP)
BEIRUT- Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon dalam 24 jam terakhir mencapai 56 orang, dengan 103 lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan Lebanon.
Kementerian Kesehatan, Selasa (26/5) mengatakan 3.213 warga sipil tewas dan 9.737 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret.
"Pada 27 Mei, jumlah korban tewas akibat agresi Israel mencapai 3.269 orang, dengan 9.840 lainnya terluka," kata Kemenkes, Rabu (27/5).
Pesawat tempur Zionis menyerang 47 kota dan desa di Lebanon selatan dan timur pada Rabu, kata sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti.
Menurut sumber tersebut, serangan itu utamanya menargetkan kota-kota besar seperti Nabatieh dan Tyre dan sejumlah daerah di Lembah Bekaa.
Pada 16 April, pembicaraan langsung perdana antara Lebanon dan Israel di tingkat duta besar berlangsung di Washington. Usai pembicaraan tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Terlepas dari kesepakatan formal itu, Israel terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mengendalikan tembakan terhadap sejumlah permukiman perbatasan.
Gerakan Hizbullah Lebanon melancarkan operasi tempur melawan pasukan Israel sebagai balasan atas situasi yang terjadi sebelumnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA