• News

Cuaca Ekstrem Melanda AS

Akhyar Zein | Rabu, 15/06/2022 10:56 WIB
Cuaca Ekstrem Melanda AS Api menyembur dari pepohonan saat kebakaran di utara Greenville di Plumas County, California, 3 Agustus 2021. (foto: AP/ abcnews.go.com)

JAKARTA - Peristiwa cuaca ekstrem yang diperburuk oleh perubahan iklim meletus di seluruh AS minggu ini, membawa panas yang berlebihan, banjir, dan kebakaran ke berbagai bagian negara itu.

Pihak berwenang terpaksa menutup dan mengevakuasi Taman Nasional Yellowstone, salah satu cagar alam yang paling banyak dikunjungi di negara itu, setelah hujan lebat menyebabkan banjir massal dan tanah longsor.

Itu termasuk Sungai Yellowstone di Corwin Springs yang naik hampir 6 kaki (182 cm) dari Minggu hingga Senin, menurut Survei Geologi AS.

Sebuah video yang diposting online oleh National Park Service menunjukkan Jalan Masuk Utara disalip oleh sungai yang berdekatan di beberapa titik, dengan sebagian jalan benar-benar hanyut.

Taman itu diperkirakan akan tetap ditutup hingga Rabu "minimal," kata taman itu di Twitter.

Beberapa kota di dekat taman terisolasi dan turis terdampar di sana, The Associated Press melaporkan.

Sementara itu, sepasang kebakaran meletus di Arizona dekat Flagstaff, langit gelap dengan asap tebal. Pipeline Fire telah menghabiskan sekitar 20.100 hektar sementara Haywire/Double Fire telah membakar 4.000 hektar, menurut Departemen Kualitas Lingkungan negara bagian.

"Dengan angin kencang dan kelembaban relatif rendah kemarin (Senin), kedua kebakaran sangat aktif dengan asap bergerak ke arah timur laut sepanjang hari," katanya.

Kebakaran hutan juga dilaporkan di negara bagian California, termasuk Kebakaran Domba di timur laut Los Angeles, yang telah menghabiskan hampir 1.000 hektar.

Panas yang berlebihan terus dicatat di sebagian besar negara dengan Layanan Cuaca Nasional melaporkan peringatan panas yang berlebihan atau nasihat panas di setidaknya dua lusin negara bagian.

"`Panas` adalah kata hari ini untuk sebagian besar negara di sebelah timur Pegunungan Rocky," katanya di Twitter. "Indikasi panas yang meluas dari 100+ derajat berbahaya bagi mereka yang bekerja atau bermain di luar ruangan untuk waktu yang lama.