• Oase

5 Amalan Sunnah di Hari Tasyrik yang Berpahala Melimpah, Yuk Amalkan

M.Habib Saifullah | Jum'at, 29/05/2026 14:01 WIB
5 Amalan Sunnah di Hari Tasyrik yang Berpahala Melimpah, Yuk Amalkan Masjidil Haram (foto: MCH2024/Kemenag)

JAKARTA - Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi momen penuh berkah pada hari H penyembelihan kurban saja. Setelah 10 Dzulhijjah, umat Islam memasuki rangkaian hari penting yang disebut sebagai Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, and 13 Dzulhijjah.

Hari Tasyrik merupakan waktu di mana umat Islam dilarang keras untuk berpuasa. Rasulullah SAW menyebut hari-hari ini sebagai hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT.

Meski tidak diperbolehkan puasa, bukan berarti kita bisa bermalas-malasan. Justru, ada segudang amalan sunnah yang jika dikerjakan akan mendatangkan pahala yang melimpah ruah.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini 5 ibadah sunnah yang dapat Anda lakukan di Hari Tasyrik:

1. Memperbanyak Takbiran Setelah Shalat Fardhu

Jika takbir selingan (takbir mursal) berakhir saat shalat Idul Adha dimulai, maka pada Hari Tasyrik kita disunnahkan mengumandangkan Takbir Muqayyad.

Artinya, setiap kali selesai mendirikan shalat fardhu lima waktu, sempatkanlah untuk membaca takbir. Amalan ini terus disunnahkan hingga waktu Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah.

2. Menyembelih Hewan Kurban (Bagi yang Belum)

Bagi Anda yang mungkin belum sempat menyembelih hewan kurban pada hari H Idul Adha, jangan berkecil hati. Hari Tasyrik adalah waktu perluasan untuk ibadah kurban.

Rasulullah SAW bersabda: "Semua Hari Tasyrik adalah waktu penyembelihan." (HR. Ahmad). Jadi, manfaatkan momentum tiga hari ini untuk berbagi kebahagiaan daging kurban kepada sesama.

3. Meningkatkan Zikir dan Doa

Hari Tasyrik adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh para ulama untuk sering dibaca adalah doa sapu jagat.

Kebiasaan ini merujuk pada firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 200-201, di mana umat Muslim dianjurkan memperbanyak permohonan kebaikan dunia dan akhirat:

"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina `adzaban naar."

(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka).

4. Menikmati Hidangan Makanan dan Mensyukurinya

Uniknya, salah satu ibadah di Hari Tasyrik justru adalah makan dan minum! Karena dilarang berpuasa, mengonsumsi makanan dan minuman dengan niat agar fisik lebih kuat dalam beribadah dinilai sebagai bentuk ketaatan.

Menikmati hidangan kurban bersama keluarga sembari melafalkan syukur atas nikmat pangan adalah esensi sejati dari hari-hari ini.

5. Memperbanyak Sedekah

Hari Tasyrik adalah momen pesta umat Islam. Guna memastikan tidak ada saudara kita yang kelaparan atau kekurangan di hari raya, memperbanyak sedekah—terutama dalam bentuk makanan atau daging kurban siap santap—sangatlah dianjurkan. Ini adalah bentuk nyata dari kesalehan sosial yang diajarkan oleh Islam.