Warga Palestina membawa pasokan bantuan yang masuk ke Gaza (Foto:REUTERS)
JAKARTA - Ribuan warga Gaza kembali terhalang melaksanakan ibadah haji tiga tahun berturut-turut imbas pembatasan yang dilakukan Israel.
Menurut penuturan salah satu pejabat Palestina, tahun ini 2.402 jemaah terdaftar masih belum bisa berangkat sementara 71 orang meninggal dunia pada masa tunggu.
Dilansir dari Palestine Chronicle, warga Palestina menyebut tabungan dan persiapan bertahun-tahun lenyap seketika imbas perang dengan Israel.
Ketika umat Islam dari seluruh dunia tiba di Arab Saudi untuk ibadah haji tahunan, banyak warga Palestina di Gaza tetap terjebak karena perang, pengepungan dan pengungsian yang tak berujung.
Penutupan perbatasan dan bencana kemanusiaan akibat perang menghalangi ribuan warga Palestina melaksanakan salah satu kewajiban untuk berhaji.
Turut mengutip laporan Anadolu, seorang wanita Palestina bernama Suad Hajjaj menceritakan persiapannya selama bertahun-tahun untuk haji berakhir dengan berita kehilangan.
Sebelum perang, Hajjaj telah mendaftar untuk haji dengan suami, saudara laki-laki dan iparnya. Namun, kini sang suami tewas karena serangan Israel, saudara laki-lakinya hilang dan rumahnya hancur.
Hajjaj mengungsi di Stadion Yarmouk, sebelah timur Gaza. Tabungan keluarga yang ditujukan untuk ibadah haji lenyap di bawah reruntuhan bangunan. Dia melarikan diri bersama anak-anaknya setelah kehilangan segalanya.
Menurut penuturan Rami Abu Staitah, Direktur Jenderal Haji dan Umrah di Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Gaza, Palestina menerima kuota haji sebanyak 6.600 jemaah dari Arab Saudi. Gaza menerima sekitar 38 persen dari kuota tersebut.
Sebelumnya, Direktur Hubungan Masyarakat Kementerian yang bernama Amir Abu Al Amrain memperkirakan selama tiga tahun berturut-turut total jemaah Gaza yang gagal berangkat haji mencapai lebih dari 10.000 orang.
"Jumlah warga Palestina yang tidak dapat melaksanakan ibadah haji selama tiga tahun terakhir melebihi 10.000 orang, sementara kuota tahunan untuk Jalur Gaza sekitar 2.508 jamaah," ujarnya secara terpisah, dikutip dari situs The Palestinian Information Center.