Sebuah mobil tertimbun puing-puing setelah hujan lebat menyebabkan banjir dan kerusakan besar di distrik Hohenlimburg di Hagen, Jerman, Kamis (15/7/2021).(foto: AP/liputan6.com)
Jakarta, Katakini.com - Kementerian Luar Negeri RI memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak banjir di Jerman Barat dalam kondisi baik.
Berdasarkan data Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Frankfurt, tidak ada WNI yang meninggal dari bencana tersebut.
Sementara, terdapat 12 keluarga WNI yang rumahnya terdampak banjir di kota Bad Neuenahr-Ahrweiler, Erfstadt, dan Wuppertal.
“Secara umum mereka dalam kondisi baik dan KJRI telah juga memberikan bantuan logistik,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah, Kamis.
Faiza mengungkapkan KJRI di Frankfurt terus memantau kondisi WNI di wilayah yang terdampak.
Selain itu, pihak KJRI juga telah menemui beberapa WNI tersebut.
Bencana banjir terparah di Jerman dalam lebih dari 200 tahun tersebut merenggut 171 nyawa, kemudian lebih dari 760 orang luka-luka.
Otoritas setempat mengonfirmasi setidaknya 155 orang masih hilang di distrik Ahrweiler, negara bagian Rhineland-Palatinate, yang terdampak paling parah.
Banjir itu dipicu oleh hujan lebat dalam satu pekan terakhir, menyebabkan kerusakan yang meluas di berbagai kota dan desa di wilayah barat yang berbatasan langsung dengan Belgia dan Prancis.
Di Belgia, bencana banjir tersebut telah menewaskan sedikitnya 27 orang.(AA)