• News

Hingga Akhir Tahun, Kas Operasional KAI Diperkirakan Minus Rp3,448 Triliun

Tim Cek Fakta | Rabu, 08/07/2020 18:49 WIB
Hingga Akhir Tahun, Kas Operasional KAI Diperkirakan Minus Rp3,448 Triliun Dirtektur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo. Foto: merdeka

Katakini.com - Kas operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) hinnga akhir tahun 2020 diperkirakan akan minus sekira Rp3,448 triliun.

Tumbuh negatifnya arus kas operasional perseroan disebabkan tidak beroperasinya bisnis perkeretaan api seiring dengan wabah virus Covid-19 sejak awal tahun.

"Pada akhir tahun kas operasional kami kita perkirakan akan mengalami negatif Rp 3,448 triliun," kata Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo pada rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Didiek mengatakan bahwa, wabah penyebaran virus Covid-19 yang terjadi hampir diseluruh daerah di Indonesia menyebabkan bisnis perekeretaapian tidak bergerak. Karena itu pendapatan perseroan juga turun hingga 90% lebih, imbas dari tidak adanya mobilitas orang naik kereta antar kota, karena adanya protokol kesehatan pencegahan virus.

"Dampak Covid langsung terasa didalam cashflow kami, kalau secara cashflow operasional maka dari cashflow dioperasikan sampai dengan akhir tahun proyeksi kami mengalami negatif Rp2,049 triliun," ujar Didiek.

Menurut Didik, dengan pendapatan yang sangat rendah dan nilai kas yang minus, KAI setidaknya membutuhkan dana operasional sekira Rp3,5 triliun pada tahun ini. Dengan dana tambahan operasional tersebut maka arus kas perusahaan menjadi positif.

"Setelah efisien operasional, sesuai skenario kami maka KAI masih membutuhkan dana Rp3,5 triliun untuk menjaga arus kas tetap positif 2020," ungkap dia.

Sejak adanya pandemi Covid-19 di Indonesia pada awal tahun, pendapatan perseroan mengalami tekanan mulai Maret lalu. Pendapatan KAI pada bulan Januari mencapai Rp2,3 triliun, Februari Rp1,2 triliun kemudian anjlok di bulan Maret hanya sebesar Rp890 miliar dan April Rp684 miliar.

Sementara, pembayaran untuk pemasok kebutuhan operasional kereta dan karyawan terus berjalan. Pada Januari alokasinya Rp1,7 triliun, Februari Rp749 miliar, Maret Rp1,4 triliun, dan April Rp1,2 triliun. Dengan kondisi tersebut, kas yang dihasilkan dari operasi yakni berupa pengurangan antara pendapatan dan pembayaran tersebut hingga akhir tahun diproyeksi minus Rp2,049 triliun.

Selain itu, KAI juga ada pembayaran bunga dan beban keuangan yang hingga akhir tahun diproyeksi mencapai Rp920 miliar. Kemudian ada pembayaran pajak penghasilan Rp479 miliar hingga akhir tahun. Dengan demikian total kas bersih yang berasal dari operasi sampai akhir tahun diproyeksi minus Rp3,448 triliun.