Kamis, 05 Nov 2026 • 17:44 WIB
Gaya Hidup

Mengapa Hari Kesadaran Tsunami Sedunia Diperingati Setiap 5 November?

Mengapa Hari Kesadaran Tsunami Sedunia Diperingati Setiap 5 November? Ilustrasi - Hari Kesadaran Tsunami Sedunia setiap 5 November (Foto: Handout via REUTERS)

JAKARTA - Setiap tanggal 5 November, masyarakat internasional memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day).

Peringatan ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendorong kesiapsiagaan global, memperkuat sistem peringatan dini, serta meminimalkan risiko bencana tsunami yang mengancam kawasan pesisir di seluruh dunia.

Namun, mengapa tanggal 5 November yang dipilih sebagai hari peringatan internasional ini? Jawabannya berakar pada sebuah peristiwa sejarah dan aksi kearifan lokal luar biasa dari Jepang pada abad ke-19.

Sejarah dan Asal-usul Peristiwa Inamura-no-Hi

Pemilihan tanggal 5 November terinspirasi langsung oleh peristiwa nyata yang terjadi di Jepang pada 5 November 1854. Saat itu, gempa bumi berskala besar menghantam wilayah pesisir Desa Hiromura (kini Kota Hirogawa, Prefektur Wakayama) menjelang malam hari.

Seorang tokoh dan pemimpin lokal bernama Goryo Hamaguchi menyadari tanda-tanda alam bahaya tsunami dari air laut yang mendadak surut secara drastis.

Mengetahui warga desa yang berada di area rendah tidak akan sempat disadarkan satu per satu dalam kegelapan malam, Hamaguchi mengambil tindakan nekat demi menyelamatkan jiwa penduduk.

Ia membakar tumpukan jerami padi (inamura) hasil panennya sendiri yang berada di lahan perbukitan tinggi. Melihat kobaran api di atas bukit, warga desa berbondong-bondong naik ke tempat tinggi untuk membantu memadamkan api.

Tak lama setelah seluruh warga tiba di puncak bukit, gelombang tsunami dahsyat menghantam dan memporak-porandakan desa mereka di bawah.

Aksi heroik membakar jerami padi ini dikenal sebagai tradisi sejarah "Inamura-no-Hi" (Api dari Tumpukan Padi), yang menjadi simbol kepemimpinan, respons cepat, dan kesiapsiagaan bencana lokal.

Penetapan Resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa

Atas prakarsa dari Pemerintah Jepang bersama puluhan negara mitra—termasuk Indonesia yang memiliki sejarah panjang bencana tsunami—gagasan penetapan hari peringatan ini diajukan ke PBB.

Pada Desember 2015, Majelis Umum PBB secara resmi mengesahkan Resolusi 70/203 yang menetapkan 5 November sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. PBB menilai bahwa pembelajaran dari pengalaman masa lalu, edukasi mitigasi, serta investasi pada infrastruktur penahan gelombang dan sistem peringatan dini sangat vital untuk menyelamatkan nyawa jutaan masyarakat pesisir.

Pentingnya Kesiapsiagaan Tsunami bagi Indonesia

Bagi Indonesia, Hari Kesadaran Tsunami Sedunia memiliki urgensi yang sangat besar. Berada di lintasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan gempa dan tsunami di dunia.

Sejarah mencatat berbagai bencana tsunami besar di Tanah Air, seperti Tsunami Aceh 2004, Pangandaran 2006, hingga Palu dan Selat Sunda pada 2018.

Video