Kamis, 05 Nov 2026 • 18:03 WIB
Oase

Menyingkap Agama Para Nabi Menurut Al-Quran dan Hadis

Menyingkap Agama Para Nabi Menurut Al-Quran dan Hadis Ilustrasi tauhid

Katakini.com - Seluruh nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW membawa inti ajaran yang sama, yaitu berserah diri dan mengesakan Allah SWT.

Ketegasan mengenai prinsip pondasi keimanan ini tertuang secara gamblang dalam firman Allah SWT melalui Al-Qur`an.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam." (QS. Ali `Imran: 19).

Ayat tersebut menegaskan bahwa sejak dahulu kala tidak ada agama yang diridhoi di sisi Allah SWT selain Islam.

Meskipun syariat atau aturan hukum ibadah para nabi mengalami penyesuaian sesuai zaman, akidah dan ajaran tauhid mereka tetaplah satu.

Rasulullah SAW menjelaskan persaudaraan para nabi melalui sabdanya: "Para nabi itu bersaudara sebapak, ibu-ibu mereka berbeda-beda, sedangkan agama mereka adalah satu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis sahih tersebut mengilustrasikan bahwa pondasi keimanan para utusan Allah SWT senantiasa mutlak sama, yakni tauhidullah.

Nabi Noah atau Nuh AS secara tegas menyatakan keislamannya di dalam kitab suci Al-Qur`an.

Allah SWT mengabadikan perkataan Nabi Nuh AS: "...dan aku diperintahkan agar aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Muslim)." (QS. Yunus: 72).

Demikian pula halnya dengan Nabi Ibrahim AS yang merupakan bapak para nabi bagi umat beriman.

Ketegasan status agama Nabi Ibrahim AS dijelaskan oleh Allah SWT: “Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (Muslim)...” (QS. Ali `Imran: 67).

Para nabi penutup dari Bani Israil seperti Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS juga menyerukan ajaran Islam dan tauhid yang murni kepada kaumnya.

Nabi Musa AS berkata kepada kaumnya: "Wahai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-orang yang berserah diri (Muslim)." (QS. Yunus: 84).

Nabi Isa AS pun menegaskan ketundukannya bersama para pengikut setianya (Hawariyyun) sebagaimana termaktub dalam firman-Nya: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim)." (QS. Ali `Imran: 52).

Maka dapat disimpulkan bahwa mata rantai kenabian tidak membawa agama yang berbeda-beda, melainkan menyerukan satu Islam hingga disempurnakan melalui risalah Nabi Muhammad SAW.

Video